غلاف قصة Different  بقلم CaratDiamond
Different
  • WpView
    مقروء 35
  • WpVote
    صوت 4
  • WpPart
    أجزاء 2
  • WpView
    مقروء 35
  • WpVote
    صوت 4
  • WpPart
    أجزاء 2
مستمرّة، تم نشرها في ديسـ ١٩, ٢٠١٦
When I can make my time feel so fast or maybe feel so slow. When I can look at your beautiful eyes, your lovely hand. I won't loose u. -Wen Junhui 

Ketika waktu terasa cepat. Dan rasa tidak mau kehilangan dirimu semakin besar. 

Kita saling melengkapi. Kita berbeda. Namun, perbedaan itu yang membuat kita terasa lebih dekat. 

Mahkota kecil di kepalamu bagai mahkota di hatiku. Matamu yamg jernih bagaikan bola krystal yang sangat rapuh. 

Why u not understand me? If i like u like crazy girl. Give me your heart. With your heart i can life dan breath. -Hong jae-in
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف Different إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
#73joshuahong
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
I Love You, But ... ✓ بقلم Qasmene
8 فصول مكتمِلة للبالغين
Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."