Joanne

Joanne

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 9, 2019
Joanne Dara Zahira Berpikiran jika topeng yang ia gunakan selama bertahun-tahun sudah sempurna merupakan kesalahan besar. Topeng "ramah dan baik hatinya" yang selama ini ampuh pada semua orang, sama sekali tidak berpengaruh pada Dewa. Dirinya sama sekali tidak menyangka jika nantinya akan datang saat dia harus melepas topengnya. Dewa Bramana Melihat bagaimana palsunya tingkah Jaonne dengan topengnya membuat Dewa sering kali tertawa geli, belum pernah ia merasa begitu tertarik pada seseorang, selain mantan pacarnya. Namun perasaan tertarik itu tidak lagi menjadi menyenangkan saat semua hal menjadi lebih jelas dan segala alasan memperumit keadaan.
All Rights Reserved
#651
anxiety
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • SECRET
  • Jah, Beauty Isn't Forever
  •  [TBS #1] DEVIANO [COMPLETED]
  • Arsyilazka
  • Eramnesia
  • He's Rega
  • Thankyou, Dewa (Tamat)
  • True Colors ✔

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines