D E T A K

D E T A K

  • WpView
    Reads 2,228,175
  • WpVote
    Votes 102,732
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 22, 2026
"Bran, kayaknya cicilan apartmen, kartu kredit, sama mobil gue bisa membantu lo mengurangi nominal tabungan lo yang makin meluber." "Boleh juga, gue udah bingung mau sedekah ke mana lagi. Tapi gimana caranya?" "Ya, kita nikah." "Nikah ya? Hmmm... gue juga sebenernya bingung mau nitip benih di mana. Dan kayaknya gen lu bagus." "Jelas. Kualitas import. Jadi, fix nikah?" "Serius nikah sama lo, Kil?" --- "Gila ya, Nu. Lo main sama mayat hidup?" "Kil... itu... aku... sebenernya," "Terus lo buang di dalam?" "Iya." "Ya udah. Pulang sana." "Hah?" "Pulang sana, lo mau apa emang? Gue mewek ngerengek? "Aku mau kita nikah, Kil." ----
All Rights Reserved
#92
matre
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan ZONK!
  • Way To You (END)
  • The Chronicle of 35 year old woman
  • Crazy Marriage
  • Perfect Duet
  • DikaRanggi
  • Tidak Ada Pernikahan Cinderella
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • SHALL WE? (END)

"Jadi gue harap lo bisa akting" Abel mendongak menatap bingung Aidan "Akting? Untuk apa?" Aidan berdecak. "Hamil!" bentak Aidan ketus. Abel terkesiap Akting hamil? Padahalkan dirinya memang benar-benar hamil! Kegilaan macam apa lagi ini! "Gue harap lo bertindak layaknya wanita hamil" Abel mendengus. Memangnya wanita hamil bertindak seperti apa? "Pokoknya sebelum bayi itu lahir, lo harus bertindak layaknya orang hamil. Jangan lupa setiap bulannya lo harus membesarkan ukuran perut, dan buat se 'real' mungkin biar orang-orang percaya" Abel tersenyum miris mendengar setiap ucapan yang Aidan lontarkan. Bagaimana mungkin dirinya harus berakting layaknya orang hamil, sementara dirinya sendiri hamil tanpa diminta? Aidan langsung berbalik pergi, Abel mendengus. Kemudian menundukkan kepala menatap perut datarnya "Sabar ya sayang, jangan merasa 'aneh' mendengarkan percakapan mama tadi. Seengaknya mama nggak harus nutupi perut mama untuk bulan-bulan selanjutnya kan?" jelas Abel, pada calon bayinya. Setidaknya dengan adanya 'titah' Aidan ini. Mau sebesar apapun perut Abel nanti, ia tak perlu risau, karena pasti Aidan akan menganggap 'perut buncit' Abel itu bohongan. (CERITA SUDAH TERSEDIA LENGKAP DI KARYAKARSA!) Start: 27/6/1

More details
WpActionLinkContent Guidelines