Kemungkinan [ON HOLD]

Kemungkinan [ON HOLD]

  • WpView
    Reads 2,707
  • WpVote
    Votes 568
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing2h 8m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
| °°Revisi setelah tamat°° | Hidup Lea nggak tenang sejak kelas XI. Itu semua ulah Rafa. Cowok trouble maker yang nyentrik abis karena rambutnya yang bikin sakit mata. Meski Rafa terbilang ganteng dan jadi salah satu idola, lantas Lea tak mau menerima cintanya. Lagipula ia mencintai sahabatnya, Rei. Rafa dan Lea sama-sama gigih. Rafa memperjuangkan cintanya untuk Lea. Sedangkan Lea tetap menunggu Rei, bukan lagi sebagai sahabatnya melainkan cintanya. Seperti kisah cinta Lea yang berharap mulus karena "I hope you feel the same thing as I fell in love with you." Percayalah hati ku akan kembali utuh meskipun kau telah membuatnya rapuh berkali-kali. *** "Walaupun, aku punya tempat yang jauh berbeda dari dia di hati kamu. Tapi itu semua nggak akan pernah ngerubah apa yang aku harapin selama ini sama kamu." Azalea Latisha Aquina "Satu hal yang harus kamu tau, kamu dan dia punya tempat masing-masing di hati aku. Tenang aja aku nggak akan ninggalin kamu." Reinald Adelardo Agler "Aku telah menetapkan pilihan dan nggak akan ngerubah jawaban, aku pastikan itu." Rafa Arelian Cadee "Setiap hubungan selalu dibumbui dengan kisah yang menarik. Sekuat apapun bumbu itu akan lenyap dengan kekuatan cinta yang utuh." Chelsea Louisa . . . Start : 12 April 2016
All Rights Reserved
#27
teenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffe Latte
  • Broken White - by eSHa
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • 𝐌𝐫𝐬.𝐑𝐢𝐲𝐲𝐚𝐝𝐡 𝐙𝐚𝐲𝐲𝐡𝐝𝐢𝐭𝐡 : 𝐇𝐢𝐬 𝐋𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐖𝐢𝐟𝐞 [✓]
  • MY AYDEN DARHWISH [C]
  • Eye Want U
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • MOONLIGHT (BUKU KEDUA) [COMPLETED ✅]
  • Lelaki Itu Takdirku

"Kakaknya mau coba coffe latte nggak, biar nggak ngantuk" wajahnya sekarang berjarak kurang dari 30 centi dariku. "Mana?" Tanpa permisi dia menarik leherku dan menciumku, menyuruhku merasakan coffe latte yang barusan diminum olehnya. Sialan. Kudorong dirinya dan berusaha menjauh darinya. "Ish....kamu ya..." antara shock, kaget atau marah. Dia pria pertama yang merebut ciumanku yang kujaga selama ini demi calon suamiku nanti. Dan dia merebutnya tanpa permisi. "Aku suka sama kakak. Makanya aku berani cium kakak" ujarnya tanpa dosa. Untung perpustakaan tidak ada pengunjung dan di luar gedung pun tidak ada orang lewat. "Mencium seseorang itu harus minta ijin dulu. Lagian kamu itu masih kecil, umur kita beda jauh dan lagi kamu masih sekolah dan..." "Aku nggak peduli apa yang dipikirkan orang lain. Kita menyukai siapa kan hak kita. Kalau aku suka ya aku bilang suka kalau enggak ya aku bilang enggak. Emang kakak nggak suka sama aku?" ucapnya memotong kata-kataku yang ingin menjelaskan kalau apa yang dirasakannya ini salah dan tak mungkin hubungan seperti ini berhasil.

More details
WpActionLinkContent Guidelines