Ahya & Alka

Ahya & Alka

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 23, 2016
Cahyarani namanya, penyuka kertas origami sejak kecil. Membuat seisi kamar Ahya dipenuhi oleh hiasan dari kertas origami dengan berbagai macam bentuk. Ahya juga selalu melakukan aktivitas lipat-melipat kertas origami-nya setiap malam, tepat pukul 10:10. Ahya mempunyai angan-angan bahwa kelak, semoga akan ada seseorang yang bersedia untuk dibuatkan lipatan kertas origami darinya setiap hari. Beberapa bulan kemudian, angan-angan Ahya terwujud. Tapi tahun berikutnya, Ahya si penyuka kertas origami menghilangkan semua ciri khas dari dirinya, melupakan bahwa ia memiliki ciri khas. Yaitu menyukai kertas origami sejak kecil. Pertanyaannya, "Mengapa sekarang Ahya membenci kertas origami?" Ahya & Alka ©2016 by hani-faunca
All Rights Reserved
#259
fakefriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (Revisi)
  • Kembar Bukan Kembar
  • Origami ✔️
  • Aghida [ON GOING]
  • Pak Dokter & Buk Tani
  • Twins dan lukanya (End)
  • MEISYA
  • FAKE BOYFRIEND [Completed]
  • Surat Cinta Untuk Aisya
  • Sandyakala Amerta (Selesai)

[Difollow dulu sebelum membaca!] Tiga sahabat dengan latar belakang berbeda. Keylana Athena Adhitama, anak yang selalu tersenyum meski hidupnya penuh luka. Di balik candaannya, ia menyimpan kisah tragis yang tak pernah ia bagi. Apriliani Arazey Darendra, seorang pemberontak dari keluarga broken home yang berjuang melawan rasa kehilangan dan kesepian. Aluna Queenza Algara, gadis sederhana dari keluarga harmonis yang menjadi penyejuk di tengah kekacauan hidup sahabat-sahabatnya. Hidup mereka berubah drastis ketika sebuah kejadian misterius memindahkan jiwa mereka ke tubuh tiga anak konglomerat ternama. Kemewahan, kekuasaan, dan tekanan yang tak pernah mereka bayangkan kini menjadi bagian dari hidup baru mereka. Namun, hidup sebagai orang lain bukanlah semudah yang terlihat. Dalam perjalanan ini, mereka belajar bahwa cinta, keluarga, dan kebahagiaan sejati tak selalu bergantung pada kekayaan. Bisakah mereka menemukan jalan pulang ke tubuh mereka masing-masing? Ataukah kehidupan baru ini justru menjadi takdir mereka selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines