We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ngapung (?) | ✓

Ngapung (?) | ✓

  • WpView
    Reads 3,077
  • WpVote
    Votes 581
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 26, 2020
WpInfo
Poetry
Apa ada orang spesial di hatimu? Setelah dia pergi, hidup harus terus berjalan. Tanda-tanda keberadaannya, akan terhapus perlahan oleh kehidupan yang sunyi ini. Jarak dan masa muda yang indah itu, telah berubah menjadi kenangan yang memudar. Layu secara perlahan. Dalam perputaran waktu, kita berlari mengitari lingkaran. Akankah orang itu menunggumu di tempat semula? - Never gone . . . Ngapung.... punggg... wusss✈ Ngapung ke hati dia. Start : 21 Desember 2016 Rank🏅: #9 in Katatakterucap 25082020 #14 in Terpendam 26082020 #63 in Terpendam 25082020 #56 in Suarahati 25082020 and other..
All Rights Reserved
#757
poetry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KETUK(ER)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Kalimat Rasa [FINISH]
  • Between Falling And love
  • BAPER {SELESAI}
  • Indigo Bobrok [SUDAH TERBIT]
  • AKU, KAMU, HUJAN DAN KENANGAN.
  • Cinta Wanita Simpanan
  • DAMIAN
KETUK(ER)

[UPDATE: MONDAY] Ada yang bilang kalau hidup itu perkara memahat. Membentuk diri menjadi apa yang diinginkan. Dalam hal ini, pahat hati yang paling krusial. Kenapa? Karena semua dirasa pakai hati. Bahkan terkadang, berpikir juga pakai hati. Jadi, untuk kamu yang dulu dengan apik memahat hati hingga kini bentuknya terlihat begitu sempurna. Terima kasih. Kamu hebat sudah bisa sampai ke titik ini. Untuk kamu yang hingga saat ini masih bertahan dan berjuang tanpa lelah untuk memahat hati hingga bentuknya hampir terlihat sempurna. Semangat. Kamu sudah sejauh ini. Jadi, jangan menyerah. Untuk kamu yang baru saja mulai memahat hati, siapkan alat berjuang dengan apik. Karena memahat hati bukan perkara mudah. Bukan perkara sepele yang hanya butuh ucapan manis, tetapi juga aksi. Jangan sampai salah membaca. Ini kisah tentang pahat hati, bukan patah hati. Awas, jangan ketuk(er)! Namun, kisah ini tidak menjanjikan happy ending. Pun, tidak menjanjikan sad ending. Kenapa? karena itu tergantung pada mata siapa yang melihat. Kebahagian dan kesedihan itu sama dengan cantik dan tampan; relatif. Ini semua tergantung pada siapa yang menjadi pemahat dan hati siapa yang dipahat. Juga, alat apa yang digunakan. Kira-kira, komposisi bagaimana yang harus digunakan Sang Ketuk(er) agar bisa membentuk pahatan sempurna? Start: 14 Februari 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines