Riptide
  • WpView
    Reads 4,510
  • WpVote
    Votes 147
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 29, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo tuh jadi cewek murahan banget. Cewek tuh takdirnya dikejar bukan ngejar-ngejar!" Seru seorang cowok. Tanpa dia tau, seruan itu membuat seorang wanita yang berdiri dihadapannya merasa seperti tertampar oleh sesuatu yang tak dapat terlihat. Cewek itu bergeming. Cairan bening telah bergumul di kelopak matanya yang memungkinkan akan jatuh dalam sekali kedipan. "Gue nggak peduli. Selama rasa ini masih ada, gue bakalan terus berjuang buat dapetin lo. Lo nggak perlu khawatir, kalo gue udah capek gue nggak bakalan ngejar lo lagi" Ucap cewek itu dengan suara yang bergetar. Kemudian cewek itu membalikan tubuhnya. Cairan bening itu jatuh mengenai pipinya, lalu diikuti oleh cairan bening yang lainnya sehingga membentuk sungai kecil di pipi itu. Lalu ia berjalan meninggalkan cowok itu, cowok yang saat ini dipenuhi oleh rasa bersalah. "Keras kepala" gumam cowok itu. Sebenarnyaa cowok itu tidak ingin mengatakan kalimat tadi, namun ia tidak ingin cewek tadi terus menerus mengejarnya karena sampai kapan pun ia tidak akan menyukai apalagi mencintai cewek itu. Namun, siapa yang tau takdir-Nya. Karena pada dasarnya manusia hanya pemeran dari skenario yang telah diciptakan oleh Sang Maha Pencipta. ----------- "Walaupun aku perempuan, aku tidak peduli. Karena jika aku benar-benar mencintaimu maka aku akan berjuang untuk mendapatkan cintamu. Tak peduli cacian dan hinaan yang keluar dari bibir orang lain, karena menurutku jika aku mencintaimu maka aku pun harus berjuang, termasuk mengejarmu". -Ananda Renata Aulia- "Dalam cinta, baik pria maupun wanita harus berjuang satu sama lain. Dan wanita sepertimu itu seharusnya diperjuangkan. Bukan disia-siakan". -Daniel Ananta Leonidas- "Apapun alasannya, takdir tetaplah takdir. Takdir seorang perempuan itu dikejar bukan mengejar. Maka tidak salah bila aku menolakmu, karena aku ingin mengejar bukan dikejar. Lagipula aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah mencintaimu". -Geonino Anggara Pradipta-
All Rights Reserved
#209
struggle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINTA DALAM KELABU
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Crazy Seniority 2 [Completed]
  • Semu [Completed]
  • ANANTA [COMPLETED]
  • PILIHAN
  • ALVINA
  • Only You. [END]
  • Ketaksaan Cinta ✔️

Ini tentang Aqiila dan Aqeela, sodara kembar yang selalu diterjang oleh masalah, mulai dari masalah percintaan, keluarga, dan persahabatan. Bahkan hubungan persaudaraan mereka yang tadinya baik baik saja ikut merengang. **** "Jangan nangis, gue tau elo kuat! " bisik pria itu yang membuat Aqiila membuka matanya "Rayen.. " lirihnya Ya, dia adalah Rayen, seseorang yang Tuhan kirimkan untuk selalu menjaga dirinya, Rayen itu seperti kesatria menurut Aqiila, selalu melindungi dirinya, dimanapun itu. "Mulai sekarang elo jauhin Rayen, atau gue akan buat tante Adel dalam bahaya!" Bruk... Mengingat ancaman Aulia, segera Aqiila mendorong Rayen. Apalagi melihat Aulia yang menatapnya tajam. "Qil, elo kenapa sih? " bingung Rayen "Jangan pernah gangu hidup gue! Jangan pernah tolongin gue, mau gue dalam bahaya sekalipun jangan pernah tunjukkan muka elo didepan gue! " tegas Aqiila Rayen sedikit mendekat namun Aqiila menahan dirinya. Aqiila menangis, "Hiks..Hiks..PLIS JANGAN GANGU HIDUP GUE!! BERAPA KALI SIH GUE HARUS BILANG KE ELO, KALO GUE ITU BENCI SAMA ELO!! LEBIH BAIK ELO URUSIN TUH CEWEK ELO!! " Sentak Aqiila yang kini berlari keluar **** "Hiks.. Hiks.. Kenapa sih semua orang ninggalin aku? Apa salah aku? Hiks.. Hiks.. " tanya Aqeela "Banyak! bahkan kalaupun semua orang benci elo dan ninggalin elo, kesalahan elo masih banyak" jawab Rasya "Kalo Tuhan ambil nyawa aku? Apa kesalahan aku masih banyak? " lirih Aqeela "Banget! Justru gue seneng banget kalo elo hilang dari dunia" jawab Rasya Aqeela menghapus air matanya, dan beralih menatap Rasya, "Kalo Tuhan ambil nyawa aku, apa kamu bakal maafin aku? " tanya Aqeela "Gue akan maafin elo kalo elo bener bener hilang dari dunia ini! " jawab Rasya begitu santai "Oke kalo itu mau kamu, aku harap kalo suatu saat aku gak ada, kamu bisa bahagia" "Oh pasti! " **** Penasaran, yuk langsung kepoin! Jangan lupa vote dan coment! 🙏😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines