Are You Will Be Mine ??

Are You Will Be Mine ??

  • WpView
    Membaca 133
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Nov 25, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
" Ih apaan sih, colak-colek! " ucap niken ketus. tapi nick pura-pura tidak tahu dengan sibuk sendiri. Nick melakukan hal yang sama lagi, tapi ternyata diam-diam niken melirik kearah nick dan menangkap basah nick yang sedang mencolek pundaknya. "Nah loe! ternyata loe yang colak-colek gue! "ucap niken dengan ketus lagi. Nick langsung kaget gelagapan karena ketahuan oleh niken. "loe tuh, colak-colek emangnya gue itu SAMBALADO? " umpat niken dengan memanyunkan bibirnya. mau tau lanjutan kisahnya? taruh cerita ini di daftar baca kalian, lalu baca ceritanya :D
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#366
friend
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Reynand & Joya | END
  • You're My Sunshine
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Possesive Playboy
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • DRABIA [END]
  • Rindu Senin Pagi
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Friendship In Love
  • Crazy Girl (Hiatus)

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan