Senja, Pelangi, dan Diary

Senja, Pelangi, dan Diary

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 22, 2016
Senja sangat mencintai adik kembarnya, Pelangi. Mereka tinggal di sebuah rumah yang besar, dengan kolam renang pribadi di halaman belakangnya. Dengan taman bunga, dengan kamar dan ranjang yang nyaman. Semua keinginannya dituruti bagaikan putri raja. Tapi, hanya satu keinginan mereka yang belum terpenuhi ; merasakan kasih sayang Mama dan Papa, yang terus menerus sibuk bekerja. Hanya Mbok Ratih yang biasanya menemani di rumah, dan pembantu itu yang menjadi tempat pertumpahan keluh dan kesah Senja dan Pelangi Sampai pada suatu hari, sesuatu terjadi pada Pelangi, yang selalu mengeluh sakit kepala berat. Tiba-tiba, gadis itu roboh bersamaan dengan gelas yang terjatuh dari tangannya dan pecah. Dan darah kental menghiasi telapak tangannya. Dokter mendiagnosa penyakit yang diderita Pelangi, membuat seluruh kebahagiaan direnggut dari hidup Senja. Satu permintaan dan permohonan Pelangi sebelum menghembuskan nafas terakhir, yaitu berharap Mama dan Papa hadir di hari ulangtahun mereka Apakah Senja berhasil memenuhi permintaan Pelangi? Dan apa yang sebenarnya terjadi dengan Pelangi? Baca kisah mengharukan mereka di Senja, Pelangi, dan Diary
All Rights Reserved
#371
kembar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sheina (Terbit)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Tinta Tanpa Nama
  • Leyna
  • Sahna ✓
  • REGRET [END]
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]

Telah Terbit & Tersedia di Shopee PART MASIH LENGKAP "Kamu adalah adik kami, Sheina." ~ Aarav "Sorry, kayaknya kalian salah paham. Gue bukan adik kalian!" ~ Sheina "Walau beda Ayah, kamu tetap adik kami." ~ Anggasta "Tapi, gue gak mau jadi adik kalian. Lupain gue dan jalani hidup kalian seperti biasa." ~ Sheina "Berani bawa dia ke rumah, gue gak segan buat bunuh dia!" ~ Calvin "Lo gak perlu mengotori tangan, gue bakal cari cara buat bunuh diri." ~ Sheina ---------------------------------------------------- Penasaran? Ayo baca ceritanya!! ⚠Cerita Ini Murni Pikiran dan Buatan Saya! ⚠PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!!! Story by Bumantara18 Ilustrator Picture by Sarah Andani

More details
WpActionLinkContent Guidelines