Oh, Rain Drop !

Oh, Rain Drop !

  • WpView
    Reads 652
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 17, 2017
Kematian orang tua Emily membuatnya harus menjalani kehidupan dunia kejam ini seorang diri. Tanpa saudara, teman terdekat ataupun kekasih, baginya hidup tanpa mereka tidaklah penting. Emily hanya menggantungkan hidupnya pada orang tuanya tanpa memperdulikan bahwa ajal bisa kapan saja datang menjemput. Jika sudah begini bisa apa dirinya? Hingga seseorang datang sebagai penawar rasa sakit dan kesepian yang dialaminya, menyadarkan padanya bahwa hidup terus berjalan dan akan baik baik saja tanpa adanya orang tua.
All Rights Reserved
#123
emily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Zofanya
  • DAMARA βœ“
  • ARGALAND
  • ANANDITASWARA [TERBIT]
  • 9 Eternity || SEGERA TERBIT
  • ALEAGAS [END]
  • your whole word
  • About Raya
  • Dear You
  • ADARA [End]

Setidaknya aku ingin merasa kali ini jiwaku hidup. Aku selalu menunggu sinar bulan untuk menerangi kegelapan malam ku. Aku selalu menunggu mentari datang menyapa menyambut pagi ku. Tapi sayangnya, semua itu tak pernah lagi kurasakan. Setiap hembusan nafasku, rasanya selalu mencekik di pangkal tenggorokan ku. Seolah-olah dunia memang tidak menginginkan aku untuk ada. Aku benci keadaan ini. Aku lelah. Tapi aku tak bisa menyerah untuk saat ini. "Bisakah kamu hadir hanya untuk menyembuhkan luka ini sekejap saja? aku sakit Ga" aku menekuk lutut di sudut kamar dengan air mata yang tak berhenti jatuh membasahi pipi putihnya. Jemarinya kuat mengepal, merefleksikan bahwa ia sedang sangat ketakutan. Kusematkan namamu dalam hatiku. Sejauh apapun dirimu saat ini, aku akan selalu membawamu mengabadi. Argio Devanandra. Dalam relung hatiku, aku katakan aku mencintaimu. Dari masa lalumu Zofanya Anggia Putri

More details
WpActionLinkContent Guidelines