"Kadang dunia nggak perlu gempa buat runtuh. Cukup manusia. Cukup luka. Cukup satu orang yang hancur perlahan-lahan, sambil terus pura-pura kuat." Elowen Caelis. Gadis dengan tatapan kosong, tapi isi kepalanya penuh badai. Trauma bukan sekadar cerita masa lalu. Itu bekas luka yang masih berdarah. Alaric Vale. Cowok cool yang katanya nggak peduli siapa pun, sampai satu cewek masuk hidupnya dan bikin semuanya berubah drastis. Saat luka masa lalu bertabrakan dengan cinta yang belum sempat tumbuh, ketika darah dan air mata jadi makanan sehari-hari, mereka harus belajar satu hal: Bahkan di tengah dunia yang hancur, lo masih bisa nemuin alasan buat bertahan. Tapi... berapa banyak darah yang harus keluar dulu sebelum semuanya benar-benar sembuh?
More details