Always love you

Always love you

  • WpView
    Reads 35,759
  • WpVote
    Votes 873
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing49m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 31, 2017
WpInfo
Fanfic
1Direction
Aku harus tetap bertahan dengan keadaan ku,aku tak ingin membuat mereka yang menyayangiku sakit melihat keadaanku yang kacau, karena ketidak harmonisan keluarga ku dirumah.aku ingin mengembalikan keluargaku seperti semula,keluarga yang harmonis. Tapi, aku tak bisa sendirian menjalani kehidupan ku yang sedih ini ,aku perlu seseorang yang selalu ada saat suka maupun duka ku. Aku harap aku menemukannya. Bantu aku tuhan -Clara alicia william Aku masih tak bisa melupakannya , dia adalah orang yang berhasil mencairkan hati ku yang beku ini, dia cinta pertamaku ,"maudy calista". Aku merindukannya ,sangat sangat merindukannya.tapi aku harus segera melupakannya, aku dan dia tidak dapat bersatu.aku harus segera mencari wanita yang tepat untuk menggantikan dia di hatiku , yang menerima ku apa adanya.semoga tuhan mempertemukan ku dengan wanita itu."tuhan,pertemukan aku dengan wanita yang pantas untuk menggantikan posisi maudy dihatiku,yang menerima ku apa adanya,pertemukan segera tuhan," -David stewart
All Rights Reserved
#4
youuu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffe Latte
  • Sunset
  • MOONLIGHT (BUKU KEDUA) [COMPLETED ✅]
  • Sumpah Sang Mantan (Tamat)
  • Gemintang
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • Sampai di titik, "Hallo" lagi
  • My Perfect Husband

"Kakaknya mau coba coffe latte nggak, biar nggak ngantuk" wajahnya sekarang berjarak kurang dari 30 centi dariku. "Mana?" Tanpa permisi dia menarik leherku dan menciumku, menyuruhku merasakan coffe latte yang barusan diminum olehnya. Sialan. Kudorong dirinya dan berusaha menjauh darinya. "Ish....kamu ya..." antara shock, kaget atau marah. Dia pria pertama yang merebut ciumanku yang kujaga selama ini demi calon suamiku nanti. Dan dia merebutnya tanpa permisi. "Aku suka sama kakak. Makanya aku berani cium kakak" ujarnya tanpa dosa. Untung perpustakaan tidak ada pengunjung dan di luar gedung pun tidak ada orang lewat. "Mencium seseorang itu harus minta ijin dulu. Lagian kamu itu masih kecil, umur kita beda jauh dan lagi kamu masih sekolah dan..." "Aku nggak peduli apa yang dipikirkan orang lain. Kita menyukai siapa kan hak kita. Kalau aku suka ya aku bilang suka kalau enggak ya aku bilang enggak. Emang kakak nggak suka sama aku?" ucapnya memotong kata-kataku yang ingin menjelaskan kalau apa yang dirasakannya ini salah dan tak mungkin hubungan seperti ini berhasil.

More details
WpActionLinkContent Guidelines