Always love you

Always love you

  • WpView
    Reads 35,759
  • WpVote
    Votes 873
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing49m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 31, 2017
WpInfo
Fanfic
1Direction
Aku harus tetap bertahan dengan keadaan ku,aku tak ingin membuat mereka yang menyayangiku sakit melihat keadaanku yang kacau, karena ketidak harmonisan keluarga ku dirumah.aku ingin mengembalikan keluargaku seperti semula,keluarga yang harmonis. Tapi, aku tak bisa sendirian menjalani kehidupan ku yang sedih ini ,aku perlu seseorang yang selalu ada saat suka maupun duka ku. Aku harap aku menemukannya. Bantu aku tuhan -Clara alicia william Aku masih tak bisa melupakannya , dia adalah orang yang berhasil mencairkan hati ku yang beku ini, dia cinta pertamaku ,"maudy calista". Aku merindukannya ,sangat sangat merindukannya.tapi aku harus segera melupakannya, aku dan dia tidak dapat bersatu.aku harus segera mencari wanita yang tepat untuk menggantikan dia di hatiku , yang menerima ku apa adanya.semoga tuhan mempertemukan ku dengan wanita itu."tuhan,pertemukan aku dengan wanita yang pantas untuk menggantikan posisi maudy dihatiku,yang menerima ku apa adanya,pertemukan segera tuhan," -David stewart
All Rights Reserved
#4
youuu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putih abu-abu
  • My Perfect Husband
  • Falling For The Wrong Past
  • Sumpah Sang Mantan (Tamat)
  • Sumandak Si Jejaka Russia
  • Coffe Latte
  • Sunset

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines