We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
menikah

menikah

  • WpView
    Reads 2,664
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 27, 2013
WpInfo
Non-Fiction
Kebahagian yang memuncak bagi seorang wanita yaitu ketika dia akan melangkah menuju gerbang sebuah pernikahan. Mimpi-mimpinya yang ia tumpuk saat kecil, ia lukis indah dalam kehidupan nyata, kebahagian dan ketegangan memenuhi perasaannya, berpikir sebentar lagi dia akan melepas masa bebas dan mengabdi pada pasangannya, berpikir jika dia akan mempunyai patner dalam menjalani hidupnya dan berpikir cinta akan datang dan membawanya dalam kebahagiaan, pkiran seperti itulah yang saat ini memenuhi otak yuna, dalam kesibukan kerjanya sebagai dokter, persiapan penikahan masih saja menyita sebagian pikirannya...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • My Husband
  • Yang Pernah Patah
  • Meneroka Jiwa 2
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan)
  • You Are My Dream
  • BROKEN HEART [END]

The Winners Wattys2018 Catergories The Contemporaries Based On True Story Terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang saya ceritakan kembali dengan sudut pandang penulis. Nama tokoh dan tempat kejadian disamarkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. **** Bagaimana jika suatu kepercayaan dan kesetiaan dikhianati oleh dua orang yang sangat kamu cintai? Tidak ada kata lain selain ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. Nasi sudah menjadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa diubah kembali dan waktupun tidak bisa diputar kembali. Andaikan waktu bisa diputar ulang maka tidak akan pernah ada kata penyesalan. Hari menjelang pernikahan yang biasanya ramai dengan canda tawa serta senyum kebahagiaan, harus rela berganti dengan tangisan memilukan serta penyesalan seumur hidup. Ketika menjelang hari di mana Sekar akan melaksanakan Ijab Qabul pernikahannya. Dia dikejutkan dengan teriakkan sang ibu ketika mendapati kakak perempuannya-Kasih, yang telah bersimbah darah karena memotong urat nadi pergelangan tangannya sendiri. Selanjutnya dia dikejutkan kembali dengan kenyataan bahwa kakak perempuannya tengah hamil. Dan yang paling membuat Sekar terpukul, ketika mengetahui ayah dari bayi tersebut, tidak lain adalah calon suaminya sendiri-Dimas Aditya. Ucapan bahagia berubah menjadi bisik-bisik menjijikkan serta tatapan kasihan yang diberikan oleh sanak saudara serta para tetangga pada Sekar. Malu. Tentu saja Sekar malu, kecewa bahkan marah. Tetapi haruskah dia marah bila melihat wajah kedua orang tuanya yang telah lebih malu. Belum lagi dengan gunjingan dari kerabat dan tetangga tentang Kasih yang tega merebut calon suami adiknya sendiri. Bagaimana Sekar bisa menghadapi semuanya? Bisakah kata ikhlas dan sabar mengobati luka hatinya? Based On True Story ----- Copyright © November 2016 | Vea Aprilia | All Rights Reservered Dont copy-paste my Story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines