THE HAZARDOUS RUBIC'S CUBE

THE HAZARDOUS RUBIC'S CUBE

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 24, 2016
Surya sudah bangun dari tidurnya. Namun dingin seakan menampar pipi dan menusuk ke iga. Semilir angin meniup dedaunan gugur, kabut pagi masih menyelimuti kota ini. Membuat penduduk segan beranjak dari peraduan. Bunga mekar ketakutan. Yang ia takutkan kesepian. Tapi tak ia coba buat keramaian. Kemelaratan memakan hatinya. Kepedulian terbang bersama kepergian. Nothing feel katanya. Berharap jadi satu. Atau memilih salah satu. Tak pernah lagi jadi satu. Satu-satu memberatkan. Membuat satu hati terpecahkan. Semoga menikmati cerita ini ya kawan-kawan. Adek yang tak berdaya ini masih tahap belajar😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Bungsu?! (Boboiboy Solar) [TAMAT]
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Satintail
  • Tuhan Cinta Kita
  • Rainangkasa #2 [END]

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines