You, and Me

You, and Me

  • WpView
    Reads 443
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 12, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Saat ini aku merasa kita sedang berlari. Tapi aku terlalu buta untuk melihat bahwa kau selalu berlari jauh di depanku. Kita tak pernah beriringan dan kau tak pernah mau berhenti berlari untuk sekedar mensejajarkan langkah mu dengan ku. Pada akhirnya langkah kaki kita selalu tak sama, pada akhirnya kau akan selalu berada di depanku jika kau tak berhenti. Mungkin saat ini langkah ku sedang tersandung, atau sebenarnya aku telah dibangunkan dari mimpi yang ku rangkai sendiri. Dan menghadapi kenyataan bahwa sekuat apapun aku berlari mengejarmu, kau tak berkeinginan untuk menoleh dan melihatku. Tak apa, mau bagaimanapun pelari hebat sepertimu juga butuh berhenti. Suatu saat kau akan merasa lelah untuk berlari, lalu berhenti untuk singgah sementara, dan saat itulah aku akan mengejarmu, lalu berbisik "hai luka, aku telah bahagia." Cover by @urviolet
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When You Were Here
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Friend's Zone's
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Light Of Happiness [✓]
  • ALEZRA (Thank you for coming)

Bagaimana bisa aku terjebak denganmu, sosok yang lari dari masa lalu gelap nan suram? Pertanyaan itu terus bergema di kepalaku, meski aku tahu bahwa tidak pernah ada alasan khusus untuk seseorang bisa jatuh cinta. Aku senang bisa mengenalmu, yang mengajarkanku arti bertahan demi cinta. Tapi apa harus begini cara kita berpisah? Di saat kebahagiaan yang utuh baru saja kita raih? Banyak orang mengatakan aku gila karena mengharapkanmu kembali. Banyak orang mengatakan aku bodoh karena menanti sesuatu yang mustahil. Mungkin mereka benar. Terserah. Tapi tolong Tuhan, jika memang masih ada kesempatan, tuntunlah ia kembali ke sisiku agar aku yakin penantian ini tak sia-sia. Izinkanlah aku mengatakan sekali lagi padanya kalau.. Aku merindukanmu. Aku membutuhkanmu. Aku mencintaimu, dan akan selalu begitu. Berhenti berlari. Mulai berbalik, dan lihat aku di sini. Masih mengharapkanmu dan memercayaimu. ------------------- Copyright © 2016 by Iamwachida Tinggalkan jejak setelah membaca :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines