Lights at This Town

Lights at This Town

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 25, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Cahaya... Benda apa itu? Kau bisa menjelaskannya padaku? Hilang. Jauh dari harapan dan cahaya. Aku melihat cahaya tetapi bukan seperti yang ku harapkan... Aku terlarut oleh sisi gelapku. Balas Dendam. Hanya itu yang ada dipikirkanku. Membeku. Aku butuh cahaya, tapi semakin aku mengejarnya semakin aku terbakar... Tapi aku yakin suatu saat aku akan temukan.. Atau... Akan ada Keajaiban....
All Rights Reserved
#505
roman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Lily of the valley
  • Garis Takdir kita
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Who Is Called A Bird?!
  • Setan Merah
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • TAKE CARE OF YOU

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines