Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
Be My Hero!

Be My Hero!

  • WpView
    LETTURE 30
  • WpVote
    Voti 6
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, gen 3, 2017
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Cerita konyol tentang seorang siswa pindahan yang suka buat onar, bertemu dengan siswi yang tidak suka keributan. Akankah mereka ribut terus? Atau malah.. ---- Emilie : Ketua OSIS, anak pintar, mempunyai keluarga yang sangat kaya, banyak teman. Orang yang baru saja mengenal Emilie pasti menyangka Emilie adalah orang yang tidak mempunyai beban. Salah. Emilie sesungguh nya mempunyai beban tetapi tidak mau ditunjukan. Alfaro : Siswa yang dikeluarkan dari sekolah karna tawuran. Lalu pindah ke sekolah Jaya Jakarta, yang merupakan Emilie ketua OSIS nya. Alfaro merupakan siswa Bad Boy, blasteran, tukang rusuh, humoris, dan friendly.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • GHAVARI
  • OSIS OR OH SHIT?!
  • Asmara OSIS
  • Cinta
  • Fake Nerd and Ketos Rese {REPUBLISH}
  • The Queen of My school
  • Bad Girl vs Ketua Osis (LENGKAP)
  • Romantika Anak OSIS
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti