Gelombang Asmara The Beaters

Gelombang Asmara The Beaters

  • WpView
    Reads 721
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 12, 2017
Cerita ini mengisahkan tentang seorang anak yang sangat modis besahabat dengan dua anak baru pindahan dari aussie, mereka akhirnya bersahabat dan membuat suatu geng yang bernama " The Beaters " tapi siapa sangka kisah cinta mereka berbanding terbalik dengan kisah persahabatannya. Tidak ada hentinya masalah yang datang ketiga cewek tersebut bagaikan gelombang air laut yang terus menerpa daratan. Apakah The Beaters bisa menemukan cinta sejatinya seiring berjalannya waktu ? Atau malah musuh merekalah yang akan The Beaters cintai ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • The Real Of Me
  • Firstlove Seorang Playboy ( END )
  • GALASKA [RE-UPLOUD]
  • Unconscious Love✔️
  • CRAZY LOVE FOR YOU.
  • RafaelClara
  • SAMUDERA

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines