Story cover for Altan Phobia by cindynnh
Altan Phobia
  • WpView
    MGA BUMASA 8,975
  • WpVote
    Mga Boto 578
  • WpPart
    Mga Parte 27
  • WpView
    MGA BUMASA 8,975
  • WpVote
    Mga Boto 578
  • WpPart
    Mga Parte 27
Kumpleto, Unang na-publish Dec 26, 2016
[SEGERA DIREVISI]
Liuna Bellarisa, seorang gadis yang belum bisa memaafkan lelaki bermata biru itu. Rasa sakit yang menjelma menjadi monster telah merenggut kebebasan dari hidupnya. Membuatnya fobia pada laki-laki; androphobia.

Altan Z. Athafariz, seorang jaka yang menganggap Liuna adalah gadis yang terlalu naif. Tentu, dia tidak suka pada gadis itu karena pandai memutar balik fakta. Andai gadis itu bungkam, dia tidak akan memiliki catatan kriminal.

Namun ketika takdir mempertemukan mereka kembali, dalam situasi dan kondisi yang sangat tidak bisa dihindari oleh keduanya. Liuna hobi bermain violin, sehingga dia mengikuti klub musik di SMA Adi Nusantara. Sedangkan Altan adalah senior klub musik di sana, bahkan dia menyandang jabatan sebagai ketua.

Entah bagaimana mereka akan mengatasinya.

------

280520

Cerita ini memiliki konten yang lumayan berat. Jika tertarik, silakan membaca. 

© Hak Cipta Terlindungi 2018 oleh Cindynnh
All Rights Reserved
Sign up to add Altan Phobia to your library and receive updates
o
#60indonesiamembaca
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 7
Cahaya [COMPLETED] cover
RAYFA[END] cover
ALFAZURA[SUDAH TERBIT] cover
Gone(✔)🔚 cover
AKTARI cover
Matahari untuk Arinda ✔️ cover
𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔ cover

Cahaya [COMPLETED]

80 parte Kumpleto

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018