Merindu Senja (LENGKAP-TAHAP REVISI)
Sungguh Allah Maha sebaik-baiknya perencana. Kita manusia hanya mampu berikhtiar terhadap apa yang kita inginkan. Kini aku mengikhlaskan dan melepasmu, Mas. Mungkin bukan aku yang ditakdirkan menjadi pelengkap tulang rusukmu. Bilapun iya, nantinya Allah akan mempertemukan kita kembali.
Biarkan yang lalu kini berlalu sudah, sedangkan yang datang kini biarkan mekar berkembang.
Insyaallah akan update setiap hari Senin dan Kamis. Jangan lupa komen dan vote cerita ini ya :) Terima kasih
(Dalam Tahap Revisi)