Engkau, Harapan Mimpiku

Engkau, Harapan Mimpiku

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 26, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Ingin Rasanya Aku Buang Semua Ini Rasa Yang Tak Pernah Bisa Aku Hilangkan Semua Hanya Tinggal Bayangan Dalam Kekeningan Sang Malam . Mentari Berlalu Dalam Kegelapan Rembulan Menerangi Gelap Gulita Walau Semua Hanya Kenangan Silam Do'aku Untukmu Tidak Akan Pernah Padam . Mungkin Angin Akan Bersemilir Namun Panasnya Mentari Menyengat Jiwa Walau Waktu Kan Berakhir Kau Kan Selalu Dalam Benakku . .. ... Ya Rabbi... Terima Kasih Telah Menghadirkannya Dalam Mimpiku ... Aku Hanya Minta Agar Ibuku Ditempatkan Bersama Orang-Orang Sholehah ... Bahagiakanlah Ibu Disana Ya Rabb ... Seperti Ia Membahagiakan Aku Diwaktu Kecil 😇
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Just about my feeling 💜
  • ASMARALOKA
  • Dalam diam
  • You are in my past and my future [END]
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • Our way (Key&Asya) [End]
  • HATI💔 YANG TERPILIH

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines