One Heart (Very Slow Update)

One Heart (Very Slow Update)

  • WpView
    Reads 8,477
  • WpVote
    Votes 321
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Sat, May 22, 2021
WpInfo
Fanfic
Miraculous Ladybug
Satu hati dan satu cinta, sebuah kalimat yang sering kali di ucapkan oleh Alvin pada Ify, tetapi kalimat itu sudah tidak pernah Ify dengar lagi karena Alvin harus meneruskan studinya di Jerman. Sebelum pergi Alvin memberikan sebuah kejutan di momen ulang tahun Ify yang ke-17 tahun, Ify sangat bahagia mendapatkan kejutan dari Alvin. Tetapi malam itu bukan hanya malam yang paling membahagiakan bagi Ify, malam itu juga malam yang paling membuat Ify sedih. "Kamu jangan nangis, Fy" bujuk Alvin sembari memeluk Ify yang menangis karena tidak mau dirinya pergi "Aku...ga mau kakak pergi, aku...mau kakak tetap di sini" ujar Ify memeluk Alvin semakin erat, Alvin kebingungan harus membujuk Ify bagaimana lagi "Udah dong Fy, jangan nangis kayak gini. Aku ga mau liat kamu nangis" "Kakak jangan pergi" ******* Setelah keberangkatan Alvin, Ify menjadi murung bahkan ia selalu mengurung dirinya di dalam kamar, hingga akhirnya datang seseorang yang membuat Ify perlahan kembali menjadi Ify yang dulu. Ify yang ceria dan penuh semangat. Bahkan setelah satu bulan ia dan Ify dekat, ia meminta Ify untuk menjadi kekasihnya. Ify menerima pria itu menjadi kekasihnya. Awalnya hubungan Ify dan kekasihnya berjalan mulus, tetapi setelah hampir satu tahun mereka pacaran, Ify baru mengetahui sebuah kenyataan yang benar-benar pahit. Bahwa cinta tulusnya dibalas dengan kedustaan oleh pria itu. "Aku akan lebih bahagia kalau pacar aku itu kamu, aku sebenernya pacaran sama Ify karena banyak hal yang mengingatkan aku sama kamu. Aku juga belum mencintai Ify sepenuhnya, karena dihati aku masih ada kamu". Kalimat itu membuat hati Ify sakit dan tidak menyangka bahwa selama ini orang yang ia pikir benar-benar cinta padanya ternyata menghianatinya dan mendustai dirinya. Selama ini Ify mencintai pria itu tulus sepenuh hati tetapi cinta tulusnya di balas dengan dusta dan pengkhianatan. Bagaimanakah kelanjutan hubungan Ify dengan pria itu? Dan masih adakah perasaan cinta yang tertanam di hati Ify pada Alvin?
All Rights Reserved
#9
budayamenulisaksara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Mencintaimu (Lagi) SEGERA TERBIT
  • Arsyilazka
  • Special Bus!
  • TENTANG SEPASANG
  • My Little Princess
  • Story About Us (COMPLETED)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Please Don't Forget Me
  • the other side

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines