Saat diam ternyata menyimpan ribuan luka dan kesakitan. Saat diam ternyata sebuah permohonan dan harapan. Saat diam ternyata adalah sebuah cara, untuk membenci dan mengutuk dirinya. Saat ia di sana, duduk di atas kursi roda, dengan tangan yang bahkan tak lagi sanggup menggenggam, dia datang, orang itu datang, dengan janji dan sumpah baru, dengan sesal dan ribuan maaf, dengan tangan yang menggenggam dan meruntuhkan pertahanannya. Dia, luka dan sakitnya. Dia, rumah dan tempat kembalinya. Brothership Cr. for the owner of the pictures used in this fanfiction Started on April, 22nd 2019 Finished on August, 2nd 2020
Karagdagang detalye