Story cover for Unless by Rinizqia
Unless
  • WpView
    Odsłon 813
  • WpVote
    Głosy 84
  • WpPart
    Części 13
  • WpView
    Odsłon 813
  • WpVote
    Głosy 84
  • WpPart
    Części 13
W trakcie, Pierwotnie opublikowano gru 27, 2016
"Ada saatnya lu harus ganti nama gue di prioritas lu!! Lalu lu ganti dengan nama pacar-pacar lu yang entah kenapa selalu lu permainkan?!!" Zetta menatap nyalang dengan mata yang sudah memerah menahan kekesalan.

"Dan ada saatnya juga lu berhenti atur urutan prioritas gue, karena itu gak akan gue ubah!! You are my priority." Rafka berkata dengan santai, setelah itu menepuk kepala Zetta pelan dan berlalu meninggalkannya.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Zarejestruj się, aby dodać Unless do swojej biblioteki i otrzymywać aktualizacje
lub
#69player
Wytyczne Treści
To może też polubisz
To może też polubisz
Slide 1 of 10
DeaSea  cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Why Stay Away? cover
HE IS MY MINE! cover
NOISY SOUL [Ongoing] cover
PRILLY cover
Leana Story (End) cover
DRABIA [END] cover
INI CINTA BUKAN BENCI cover
RAFA(Rain Rafa) cover

DeaSea

40 części Zakończone

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫