Puisi Untuk Para Petinggi

Puisi Untuk Para Petinggi

  • WpView
    MGA BUMASA 24
  • WpVote
    Mga Boto 1
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing<5 min
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Dec 28, 2016
" Dimana Letak Keadilan Negeriku ?? " By: Dara Notia Berjuta permasalahan yang timbul tiada berkesudahan Syahdunya lisan kalahkan jabatan yang bersimpuh pada pandangan Walau mentari membakar penatnya relung jiwa yang hampa bersimpuh pada Tuhan Mengeluh dan mengeluh mengharap keadilan dunia, tidak satupun yang peduli dengan kebenaran hanya kebatilanlah yang akan menang Ada yang bersuka cita dengan kebatilan, ada yang berduka cita dengan kebenaran Yang salah telah dibebaskan, yang benar pun dipenjarakan Kesalahan besar di sembunyikan, Kesalahan kecil dibesar-besarkan Dimana letak keadilan ??? dimana letak keadilan negeri ini wahai para petinggi ??? Engkau mainkan sumpahmu dihadapan tuhan demi uang, demi kedudukan Dunia menjadi saksi atas negeri ini, dunia menjadi bukti ketidakadilan negeri ini Walau kelam mencekam dan sinar yang menyilaukan tidak pernah Engkau hiraukan rintihan rakyat yang penuh harapan Pujian dalam kesulitaan dibanggakan, kebenaran dinistakan, diabaikan dan dilecehkan Kita berada di dalam kapal yang sama tapi beda haluan Heh... sungguh lucu negeri ini Sungguh teraniaya negeri ini Yang kaya dibela yang miskin dibiarkan Yang kafir diperjuangkan yang Islam diacuhkan Para provokator telah tertawa, para pembenci pun ikut tertawa riang Seolah girang pada kenyataan yang telah direncanakan Mereka berhasil memecah belah keheningan palsu negeri yang malang ini Tapi ingat satu hal walau badai dan hujan datang menerpa, walau angin bergelombang kami tetap melangkah untuk tegakkan keadilan ini, kami akan hadapi semuanya dengan suka cita Kami tidak akan mundur satu langkah untuk tegakkan hukum yang sebenarnya Kami tidak akan menyerah hingga yang batil lelah dan kalah Karena keadilan milik semua Orang yang salah harus di tempatkan pada wadahnya, dan yang benar harus mendapatkan haknya.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • I Can't Let You Go (COMPLETED)
  • Dark Judgment
  • Tum sirf hamari ho 18+
  • FEEL ME
  • PHIRSE MILEGE HUM🍁CHAPTER 2
  • Sweethearts- The RAVYA Tale (Part 1)
  • Straight-Up Not Having A Good Time At Night Raven College: Prologue
  • ❀️ PYAR KA SADQAY ❀️ β€’~ MEERASIM FF β€’~
  • The Last Wish

#1 - Muslim | 16-11-2024 #1 - Urdu | 11-11-2024 #2 - Desi | 16-11-2024 #3 - Strong Female Lead | 16-11-2024 #4 - Replaced Bride | 30-10-2024 #8 - Love Life | 11-11-2024 #36 - Happily Ever After | 27-10-2024 #14 - Family Issues | 31-03-2025 #75 - Muslim Love Story | 3-10-2024 *** I stormed towards him, anger blurring my sights. The moment I was in front of him, I grabbed hold of his collar with my both hands. As I yell, "Are you cheating on me, Shahzain?" Seems like I took him by surprise, it took him a whole minute to realize what was happening right now. And the moment he did, he loosen my hold on him and pushed me, which had me stumbling back. "Even if I do, it shouldn't matter. I was forced into this marriage, Sobia." He yells back. "I didn't have a choice. But you had. You shouldn't have agreed to this marriage." Only if he knew, all my life it wasn't me who got to select the choice. Neither is this one, the most important one in my life. "I won't tolerate this. Either you leave me or leave her." I stated, anger clouding my senses. He walked towards me and took a hold of my chin in his hand and stated clearly. "And where's the fun in that? You ruined my life. I promised to ruin you till death do us a part." I pushed him hard. I had already suffered much from my so-called family. And I refused to get suffered by my husband. It's all about the limit. The moment I had my limit of misery and pain, I will end all of this. "Are you sure, it's not the other way around?" A humorless chuckle escapes my lips, as my darkest shade of eyes met his grey ones. "Also, just wanted to correct you, my dearest husband. You can't ruin what's already ruined, Shahzain." "And if I find out that you kept meeting her behind my back. I will ruin you and that lover of yours." With that I stormed out of our room, making up my mind.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman