That Should Have Been Her

That Should Have Been Her

  • WpView
    Reads 301
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 2, 2017
Kehidupan punya cara lain untuk mengajarkanku tentang kehilangan. Tak selamanya yang buruk terlihat buruk. Yang baik pun tak mesti pula terlihat baik. Aku belajar tentang topeng setiap orang. Tentang kebaikan yang membalut kejahatan. Tentang kejahatan yang tersembunyi di balik kebaikan. Di sini aku menceritakan sedikit tentang kesedihanku, tentang luka terpendamku yang ku pastikan luka itu takan hilang dalam waktu singkat. Mungkin luka ini akan selalu basah, dan takan pernah sembuh. Tapi kehidupan terus maju, aku harus tetap hidup dan bernapas. Aku harus melewati hari, bagaimanapun yang terjadi. Aku berterima kasih pada tuhan, untuk pengalaman berhargaku. Bacalah dan pelajari sedikit kisahku. Aku, Aliando Syarief, seorang intelijen, bagian dari kepolisian. Seorang yang selalu hati-hati. Tapi, pernah salah. Dan ketika aku jatuh cinta ... akan ku tuangkan cerita itu dalam barisan huruf dicerita ini.
All Rights Reserved
#10
intelijen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • silent in darkness
  • Attendant Le Moment
  • Learn To Love
  • My Expensive Princess (End)
  • goresan hati (END)
  • YOU VS ME [COMPLETED]
  • Distance
  • Don't You Remember (END)
  • Inginku Memilikimu
  • HATE BE LOVE (END)

---ALI POV --- "apa sebelum kaia meninggal, kamu sama rasya masih sempet jelasin hubungan kalian?" "maksud kamu apa?" "sekeras apapun kamu sama rasya nyangkal, kenapa semua bukti yang aku dapet selalu mengarah ke arah yang gak bisa aku terima? Semakin kesini kalian tuh samakin nunjukin bukti perselingkuhan kalian. Buat aku ini udah jelas kamu dan rasya adalah biang dari kematian kaia" "bukannya aku udah jelasin hubunganku sama rasya kayak apa" "klo kamu sama rasya benar2 pure sebatas teman/sahabat, gak mungkin kamu relain balik ke indonesia ninggalin pendidikan S2 di paris Cuma buat nungguin rasya bangun dari komanya. Dan gak mungkin juga saat ini rasya bisa tinggal di apartemen kamu prill" kuluapkan unek2ku yang selama ini aku pendam "rasya benar2 lagi butuh aku" "kamu fikir aku gak butuh kamu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines