We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Rumah
  • WpView
    Reads 343
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 19, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Rumah itu.. Tempat dimana kita bisa jadi diri kita sendiri yang sebenar-benarnya. Tanpa riasan apapun, tak ada polesan sedikitpun. Ia, menyediakan bagi kita kenyamanan berarti yang tak mungkin dapat kita sediakan sendiri. Dan yang terpenting, ialah yang akan kita datangi pertama kali saat kita butuh tempat untuk kembali. Tak peduli sejauh apapun kita telah melangkah pergi. Dan bagiku, definisi rumah itu berlaku untukmu. Karena aku sadar, kemanapun aku lari, dimanapun aku bersembunyi, aku akan tetap pulang. Ke rumah, tentu saja. Dan rumahku itu, kamu. @RZERALV 09/06/17
All Rights Reserved
#17
alurcampuran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes Of Goodbye (END)
  • ◾𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗸𝗲 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵
  • attention | 00 line
  • ALBARISUS ✔
  • Rafael Natha D.  (END)
  • Transmigrated as twins
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • Cahaya Dirimu

Sembuh bukan tentang menemukan cinta baru, bukan pula tentang melupakan jejak yang pernah tertinggal. Sembuh adalah seni merangkul luka tanpa membiarkannya menguasai, membiarkan kenangan tetap ada tanpa menjadikannya belenggu. Bukan proses yang bisa kupaksa atau percepat, melainkan perjalanan sunyi yang penuh riak-riak ingatan-tentang tawa yang dulu menghangatkan, tentang janji-janji yang kini hanya gema di lorong waktu. Aku tahu, kamu pernah menjadi rumah, tempatku pulang tanpa ragu. Namun, rumah itu kini hanya bayangan, berdinding sunyi dan berisi ruang-ruang kosong yang tak lagi menyambutku. Aku tidak ingin menghapus setiap memori, karena bagiku, kenangan adalah musim yang datang dan pergi-tak perlu diusir, hanya perlu diterima. Maka aku memilih berjalan, bukan untuk meninggalkan, tapi untuk melangkah dengan luka yang sudah kujinakkan, dengan hati yang tidak lagi mencari, tapi mengerti bahwa tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali. -Sharfina

More details
WpActionLinkContent Guidelines