Sebuah Diorama

Sebuah Diorama

  • WpView
    LECTURAS 2,768
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, mar 9, 2026
Aku hampir tidak punya foto bersamamu. Tidak ada foto rangkulan. Tidak ada foto saat kamu mencium pipiku. Kamu selalu bilang kamu tidak suka difoto. Katamu, kenangan tidak perlu disimpan di kamera cukup di kepala saja. Dan mungkin kamu benar. Sebagian besar dari kita memang hidup di sana: di percakapan yang tidak direkam, di perjalanan yang tidak pernah diposting, di momen-momen kecil yang hanya kita berdua yang tahu. Tapi ingatanku terbatas. Waktu berjalan, detail mulai kabur, suara mulai memudar. Aku takut suatu hari nanti aku lupa Jadi cerita ini lahir. untuk menjaga kenangan kita tetap hidup setidaknya di tempat yang tidak mudah hilang.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Setia Di Hati (Selesai)
  • Dont Know What And Why~
  • Breathe
  • Goresan Takdir
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Rasa Tanpa Kata
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • Luka & Lara (Completed)
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • old taste

#MantanSeries Bila orang bilang hal yang paling berpengaruh itu adalah perpisahan tanpa pesan, maka aku tidak menyetujuinya. Sebab, bagiku yang paling mempengaruhi bukan perpisahan tanpa pesan akan tetapi pertemuan kembali setelah perpisahan tanpa pesan. Dan hal itu, sangat berpengaruh pada cerita yang sudah dianggap selesai tapi kenyataannya belum. Dan kisah ini, sejujurnya aku tak ingin mengulanginya sebab ketika kenangan yang sudah berhasil dikubur mencuat kembali akan membawa cerita yang berbeda dengan kenyataan yang sempat diharapkan. -Setelah sekian lama kita tidak berjumpa. Aku kini mulai berpikir, apa yang harus kulakukan jika kita dipertemukan kembali. Haruskah aku menyambutmu dengan pelukan hangat ataukah kusambut dengan derai air mata kerinduan. Dan ternyata, setelah sekian lama. Kala waktu kita bertemu, ternyata kita bagai dua orang asing yang saling mengenal.- ----> Mawarmay Kediri, 23 September 2019 Cerita ini hanya fiksi semata, apabila ada kesamaan tempat, nama tokoh, kejadian dan beberapa hal yang mungkin terasa tidak asing maka ini hanya imajinasi dari penulis yang tertuang dalam kata. Jadi mohon dimaklumi atas unsur ketidakpastian.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido