Sheilia Annastya Zevanya, gadis berbola mata abu yang cantik, terlebih karena sifatnya yang ramah pada siapapun, supel, dan mudah bergaul. Sehingga pada pandangan siapapun, berteman dengannya adalah rezeki Yang Maha Kuasa.
Tapi tidak untuk Aaron Zander Spencer, si cowok cool tapi yang tidak ingin dirinya terekspos. Dia malah merutuki dirinya karena harus satu kelas di pertengahan hidup SMA-nya.
Bukan lagi karena Sheilia itu banyak omong, petakilan, atau berisik, tapi Sheilia jorok banget! Sumpah gak kepikir ada cewek kayak gitu. Mau cantik atau standar, kebersihan itu poin utama!
"Lo tau gak kepanjangan Antis itu apa?"
Tanya Aaron penuh selidik,
"AntiSeptik." Jawab cewek itu sangat yakin,
"Anti-Sheilia!" Sergah Aaron penuh semangat, ia tersenyum miring lalu menghilang secepat kilat.
Wajah cewek tersebut sudah merah padam, sebegitu najis-nya aku?
(🐝 Quinsha) Falling For Black Boy Prince ✔ (On Hold)
11 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
11 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
"𝑳𝒊𝒌𝒆 𝒂 𝒃𝒍𝒂𝒄𝒌𝒉𝒐𝒍𝒆,
𝒀𝒐𝒖 𝒑𝒖𝒍𝒍𝒆𝒅 𝒎𝒆 𝑺𝒐 𝒅𝒆𝒆𝒑."
___♡___♤___◇___♧___○___♡___♤___◇_
Aurora Boneta Quinsha menyukai teman sekelasnya bernama Adrian Axellerius. Di mata Quinsha Adrian adalah wujud dari kesempurnaan yang diinginkannya sebagai seorang kekasih. Quinsha yakin satu-satunya pemilik hatinya adalah Prince charmingnya.
Hingga suatu hari, Dia kembali. Membawa semua kenang-kenangan manis yang pernah mereka lalui bersama dan dengan sesuka hatinya mengklaim bahwa Quinsha adalah miliknya.
Berulangkali Quinsha berusaha meyakinkan hatinya hanya untuk Adrian seorang. Namun, sepertinya takdir memang sedang tidak berpihak padanya.
"Aku mencintai Adrian Antarexa."
"Aku mencintai Adrian,"
"Aku mencintai Ad,"
"Aku mencintai-"
"A-aku,"
"Aku mencintaimu,
Bryant Axellerius." Lirih Quinsha.
'________________________________________'
𝑰 𝒍𝒐𝒗𝒆 𝒚𝒐𝒖 𝑸𝒖𝒆𝒆𝒏, -𝑩𝒓𝒚𝒂𝒏𝒕 𝑨𝒙𝒆𝒍𝒍𝒆𝒓𝒊𝒖𝒔
𝑯𝒂𝒉𝒂𝒉𝒂𝒉𝒂, 𝒐𝒌𝒂𝒚 𝒕𝒉𝒂𝒏𝒌 𝒚𝒐𝒖 -𝑨𝒖𝒓𝒐𝒓𝒂 𝑩𝒐𝒏𝒆𝒕𝒂 𝑸𝒖𝒊𝒏𝒔𝒉𝒂
𝑶𝒏𝒄𝒆 𝒂𝒈𝒂𝒊𝒏
𝑰 𝑳𝒐𝒗𝒆 𝒚𝒐𝒖, 𝒃𝒖𝒕 𝒚𝒐𝒖 𝒏𝒐𝒕 𝒉𝒆𝒓𝒆. Forgive me please. - 𝑸𝒖𝒊𝒏𝒔𝒉𝒂