The Great Princess

The Great Princess

  • WpView
    Membaca 1,175
  • WpVote
    Vote 186
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Okt 1, 2018
Beautiful cover by @julsarang_ Apa yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Apa yang tidak kamu rasakan bukan berarti orang lain tak pernah merasakan. Karena apa-apa selain yang kalian ketahui, aku melihat dan merasakannya dengan nyata. Aku tahu. Itulah sebabnya aku hilang, tidak. Lebih tepat terdampar. Atau mungkin dipaksa menuju dunia yang belum kuketahui. Aku, Bi. Dan kata mereka aku seorang Putri. THE GREAT PRINCESS. BY. YFYFEBRIAN 2018/01/13
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#5
majic
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • REAL (Selesai)
  • Antara  [End]
  • Adrian&Aleya
  • Invisible Love (End)
  • Putralisha~
  • KISEKI ACADEMY
  • Sahabat Jadi Cinta
  • Realize
  • Karena Kamu Rumahnya

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan