Jeritan Hati

Jeritan Hati

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 19, 2017
Pernahkah kamu berfikir? tidak ada yang menginginkanmu, tidak ada yang peduli denganmu, tidak ada yang mengerti perasaanmu, tidak ada yang mendukung apa yang kamu inginkan? Kamu merasa berjalan sendirian padahal banyak teman di sampingmu. Merasa hampa, padahal banyak alunan nada yang melantunkan musik syahdu. Merangkak menyusuri jalan untuk menemukan kebahagiaan, hingga kau tak mampu membedakan yang salah dan yang benar. Mempercayai kehidupan itu indah, namun hati tak selalu menangis. Percayalah aku pernah merasakan itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halaman Hidupku
  • SENYUMAN TERAKHIR (On-going_Revisi)
  • Last Scene
  • Sudut Luka Nazea
  • UNREQUITED LOVE
  • Just about my feeling 💜
  • Menulis untuk Diri Sendiri

patah mana yang tak kupulihkan sendiri, sakit mana yang belum pernah ku rasakan. Saat dunia menuntutku tegar tanpa memperdulikan bagaimana aku bertahan. Setiap luka selalu ku peluk dalam diam, sembari belajar mencintai diriku yang perlahan hancur. Mereka selalu melihat senyumku, tapi tak pernah tau pertempuran yang ku rahasiakan di balik hati dan pikiranku. Aku berjalan dengan hati yang lelah, namun tetap berdiri meski runtuh dalam sunyi. Aku menangis tanpa suara, meratap dalam jiwa yang hampir mati rasa. Bahkan nafas pun terasa sesak, seolah dunia tak memberiku kesempatan untuk sekedar tenang. Sebab kalau bukan diriku, siapa lagi yang memeluk hatiku sendiri, saat semua memilih pergi ketika aku paling membutuhkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines