We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AKU
  • WpView
    Reads 307
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 16, 2017
WpInfo
Non-Fiction
Jadi.. Sesuai judul, ini tentang aku. Ya, aku. Kalian boleh saja bilang aku egois, narsis. Kenapa tentang aku? Kenapa bukan kamu? Pasti ada alasannya. Simple. Karena yang aku ketahui dengan baik, dari tidur sampai tidur lagi cuma diriku ini. Aku tidak tahu tentang kamu, jangan-jangan pas tidur kamu suka garuk garuk dinding, ngupil pake jempol, atau suka posisi bantal di kaki. I dont know. Jadi ini tentang aku. Semoga kamu terinspirasi menjadi aku. Eh, jangan kamu harus jadi kamu. Jangan jadi aku. Karena aku dan kamu belum bisa menjadi kita. Salam kenal, dari aku.
All Rights Reserved
#23
jawaraindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Wish Upon a Star
  • -AMOR FATI-
  • The Broken Soul [End] ~ Hanya Corat-coret
  • RAVENDRA
  • Di Balik Nama Zella
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • My Life

Sheila on 7, padatnya kota Jogja, dan ucapan selamat tidur yang dikirimkan dari jauh. Setiap orang memiliki lukanya masing-masing dan kelak akan bertemu dengan penawarnya. Dalam bentuk obat, dalam bentuk pelukan, dalam bentuk sepasang mata yang cantik-dan bahkan dalam bentuk paling sederhana, presensi. Bagi gue, dia orang pertama yang mengerti, yang mengatakan apa yang tak larut dalam pikiran, karena lidah maupun isi kepala gue terlalu kelu untuk tahu apa yang gue rasakan. Halte Bus, walkman tua, dan bangsal tulip Rumah Sakit Sardjito Setiap menatap bayangannya, gue melihat lautan tenang, dengan rumah-rumah ikan, pantulan langit yang berkilat dipayungi rembulan, dan rasi bintang yang menunjuk arah pulang. Sedangkan gue adalah pantai yang penuh batu terjal, menghancurkan kapal yang tertambat, menunggu diselimuti pasang, dan meninggalkan udara dengan campuran alga dan garam. Pantaskah gue mengharapkannya? Apartemen, bubur tanpa ayam, dan orang favorit nomor satu. Dan tanpa gue sadari, gue juga menemukan pulang. Tempat gue bisa menjadi diri gue sendiri, di dalam tubuh yang selama ini nggak gue suka. Pada rupa lain yang nggak pernah perlihatkan pada siapapun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines