To Love You (slow update)

To Love You (slow update)

  • WpView
    Reads 316
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 16, 2017
"Kenapa kamu selalu mengelak sih Selsa! For God's shake aku mengenal kamu lebih dari kamu mengenal diri kamu sendiri. Kamu menjauhi aku karena kamu enggak pede kamu ngerasa diri kamu flat, enggak cantik enggak menarik and no other enggak-enggak lainnya hingga kamu tanpa sadar menjauhi aku... tidak mengacuhkan aku-" "Kamu!! Enggak, aku enggak kayak gitu-" "Selsa! Listen. Kamu itu cantik, menarik. Aku suka kamu dari dulu dari kita kecil sampai sekarangpun enggak berubah." "Bohong!" "Stt... Aku suka kamu. Serius. Aku suka bagaimana kamu mengespresiasikan diri kamu selues burung camar di langit. Aku suka melihat kamu tertawa menanggapi orang bilang lo tuh kutilang enggak bakalan bisa gemuk...aku juga suka sifat kamu. Sifat kamu yang cenderung introvent jika orang enggak kenal kamu lebih dalam yang padahal aslinya mah cerewat banget hehe but walau kamu cewek introvent cerewet kamu selalu menghargai ucapan orang lain tidak menyela, mencibir atau mencemeeh perkataan mereka..." "Dan kamu tahu? Satu lagi yang paling aku suka dari kamu itu adalah kaki kamu. Kaki kamu seksi banget. Jenjang yang bikin aku suka mengember iler aku sendiri setiap kali kamu pake celana kurang bahan, jujur juga aku suka bokong kamu yang kencang hasil olah raga diam-diam kamu di ruangan Reza." "o////o" Romance Rated T/M+ MrsLev
All Rights Reserved
#741
chicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naughty Nanny
  • The Traffic-Stopper
  • Law Of Arshaka
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • Stay (Away)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Birulova
  • TENTANG SEPASANG
  • SEPUCUK SURAT CINTA

"Baju lo kebuka banget. Nggak sekalian jual diri?" "Udah. Papi lo pelanggannya. HAHAHA." "Anjing!" "Nanti lo pura-pura kaget aja kalau besok gue jadi mami lo. Soalnya gue udah berhasil godain dan jebak bokap lo yang tajir itu. Berhubung lo sering rese dan bertingkah, gue bakal jadi ibu tiri yang jahat. Pokoknya siapin mental dari sekarang. Anggap aja ini hari pembalasan buat bocah nakal kayak lo." "Papi nggak mungkin suka sama cewek nggak jelas kayak lo! Nggak mungkin! Gue tau selera papi!" "Eitttss siapa bilang? Buktinya papi lo doyan banget sama gue tuh! Emang semalem lo nggak denger suara plok plok plok dari kamar papi? Itu gue lagi digempur brutal sama papi lo." "Orang gila! Lo pikir gue bakal percaya omong kosong orang nggak waras kayak lo?! Nggak! Gue kenal papi. Papi nggak mungkin ngelakuin itu apalagi sama lo! Nggak mungkin!" "Lo serius nggak denger apa pura-pura doang, nih? Padahal keras banget loh hentakan papi lo. Sayang banget ternyata nggak kedengeran. Tapi kalau suara desahan gue pasti denger dong? Yang ahh ahh itu loh. Itu pas papi lo geraknya dicepetin, mana makin keras. Makanya gue sampe jerit. Tapi gue yang minta lebih cepet, sih, hehehe." "Diem! Lo orang gila! Gue nggak mau punya mami orang gila kayak lo! Berhenti ngarang cerita!" "HAHAHAHA. Nggak sabar jadi mami tiri dan siksa lo habis-habisan. Kalau udah puas bikin lo menderita, tinggal usir deh. Hush hush hush! Pergi yang jauh. Biar gue aja yang kuasain harta papi lo. Ughh! Pasti seru banget. Apalagi kalau nanti ada scene ngakakin lo yang udah dibuang terus jadi gembel." "PAAAAPIIII!" "Pioooo ..." "Hehehe."

More details
WpActionLinkContent Guidelines