Choco Milk Days

Choco Milk Days

  • WpView
    Reads 513
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 22, 2024
Ketika kisah lama penuh kenangan manis tak lagi diperhitungkannya. Ketika perasaan cinta yang nyata menghiasi tiga tahun terakhir di hidupnya kini mulai memudar. Ketika kesetiaan yang selalu digenggam mulai terlepaskan. Dan ketika kepercayaan penuh sang kekasih telah dikhianati olehnya. Wanita itu telah mencoba untuk tak terjerumus, namun apa daya dia lemah. Dia hanya manusia biasa yang sedang dalam fase mabuk asmara oleh cinta dan nafsu sesaat pada pria yang lain. Lalu, apa cinta layak untuk disalahkan? Apa dia 'sejahat' itu untuk perselingkuhan yang mengatasnamakan cinta? Karena wanita itu... tak pernah merasa setiap orang lebih suci daripada dirinya. --- Akupun tak mengerti mengapa bisa menjadi wanita yang semenyedihkan ini. Seolah kisah kasih bersama Woo Bin yang terbentuk dalam ribuan frame yang kusimpan baik-baik dihatiku tak berarti apapun lagi. Hanya dalam sekejap aku terjatuh, terlepas oleh genggamanku pada kesetiaan dan kejujuran padanya. Dia Young Jae, pria seksi penuh wibawa yang tak pernah lelah mencari cara berusaha untuk menarik perhatianku. Dan kemudian aku memahami satu hal, sekuat apapun pertahanan seorang wanita, akan ada saatnya runtuh hanya karena sebuah sentuhan ujung jari. -SLOW UPDATE-
All Rights Reserved
#153
hospital
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffee Of My Life
  • BESITE ; [Bbh×pcy]
  • Guz & Ning Jatuh Cinta (End)
  • My Partner in Everything
  • 120 Lembar
  • Bulan Separuh ( COMPLETED )
  • Ended With Tragic Or Happy? √
  • Replaced With Happiness
  • The Unseen

Sebuah kisah cinta, kisah persahabatan dan kisah keluarga. Kisah yang menceritakan pahitnya kehidupan saat menjadi dirinya. Dia gadis bodoh yang semakin hari terdesak keadaan. Menjerit meminta tolong pada angin yang tak menghiraukannya. Apa mungkin kalian percaya pada keajaiban sebuah kesetiaan dalam penantian panjang? Ibunya mungkin suatu saat akan meninggalkannya dan pria itu mungkin bukan cinta sejatinya, tapi di sudut ruang dalam setitik cahaya yang menjadi satu-satunya harapan, ia mencoba mengukir akhir kisah yang manis. -- Sakit. Rasanya sakit sekali. Aku seperti menggores tubuhku dengan pisau yang kugenggam sendiri. Namun sebelumnya tanpa kusadari, aku terlebih dulu menikamnya. Lalu, bagaimana cara menolongnya sementara tangankupun tak sanggup lagi bergerak? Apa permintaan maaf masih bisa ditoleransi? -COMPLETED-

More details
WpActionLinkContent Guidelines