CINTA GADIS BUTA

CINTA GADIS BUTA

  • WpView
    Reads 227
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 30, 2016
Kebahagiaan yang hakiki bukanlah terletak pada seberapa banyaknya uangmu, seberapa cantik dan tampannya dirimu. Kebahagiaan itu ada didalam hati kita. Ia terus menerus memanggilmu, cobalah tengok kedalam hatimu yang ia inginkan tidaklah hal yang besar, ia hanya mengingin engkau selalu bersyukur dengan setiap keadaanmu. "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan." QS. Ar-Rahman : 13 Semua yang terjadi pada diri kita, pada bumi, dunia, dan segala sesuatunya telah ada. Telah Allah ciptakan jauh sebelum kita di ciptkan-Nya. "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu." QS. Yasin : 82 Masih kah kita tidak mau bersyukur..?
All Rights Reserved
#421
spritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • Lebih Indah
  • Diary Jasmine
  • BY MY SIDE
  • Cinta Yang Hening
  • AILAH(END)βœ…
  • Laila Azzahra [ON GOING]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines