Regret

Regret

  • WpView
    Reads 2,841
  • WpVote
    Votes 590
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 23, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ini bukan Friendzone, lebih tepatnya Clarissa Amanda atau biasa dipanggil Caca, tidak pernah menganggap Bagas Alvaro lagi sebagai temannya. Padahal, Bagas rela melakukan apa saja asalkan Caca tidak lagi bersikap jutek kepadanya. Satu senyuman Caca saja sudah membuat Bagas senang bukan main. Tetapi, gara-gara sebuah tragedi malah membuat mereka menjadi dekat dan itu tentu membuat Bagas bahagia, meskipun sesuatu sedang menimpa mereka berdua. Terimakasih sudah pernah singgah di dalam kehidupanku. Kamu banyak mengajarkanku berbagai hal, termasuk perjuangan dan penyesalan. -Aku yang pernah membuat kamu terluka. A teenfict by: indriadilla_r Cerita ini menceritakan tentang sebuah perjuangan seseorang yang tidak pernah menyerah untuk mendapatkan apa yang ia mau. Selain itu, di dalam cerita ini kita bisa belajar untuk tidak pernah membohongi diri sendiri, dan menyia-nyiakan orang lain. Setelah membaca cerita ini tolong tinggalkan pesan dan kesan kalian ya! :) QUOTES DI CERITA INI REAL AKU YANG BUAT DAN NGGAK NGECOPAS DARIMANA PUN. Jadi kalo ada yang suka sama quotesnya dan mau dibikin caption atau apapun, tolong cantumin sumbernya. Tq
All Rights Reserved
#104
highschoollovestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • Friends [ COMPLETED ] ✓
  • Just You
  • BUlNAB
  • GITA OLIVIA [END]✅
  • (✔) Save Me Please!!
  • Abu Abu [ completed ]
  • ALGARES [Hiatus]
  • Effort ( COMPLETED )

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines