We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Lovender

Lovender

  • WpView
    Reads 1,058
  • WpVote
    Votes 350
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 14, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
[ Amazing cover by : CitraAditya ] 💚💚💚 "Tetap kaya gini ya." "Maksudnya?" "Ya kita tetap akan sama sama terus." "Kalau suatu saat Kamu punya pacar gimana? "Gue gak akan punya pacar, karena gue mau ngejagain lo." ---------------------------- Ketika semua yang sudah kita lewatkan hilang begitu saja bagai diterpa angin besar. Akankah kita bisa mengembalikan semuanya? Atau mungkin hanya tinggal kenangan? ---------------------------- "Gak tau kenapa waktu kamu ingkarin janji itu, hati aku sakit." -Dhea. "Maafin gue Dhe, gue gak bisa nepatin janji gue." -Rendy. ☆☆☆☆ The story of my first on Wattpad.
All Rights Reserved
#76
masaabuabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • No Longer Mate
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • Terima kasih Ravindra
  • BETWEEN
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Rannia√
  • ALEYA~~

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines