One Life [Completed]

One Life [Completed]

  • WpView
    Reads 133,662
  • WpVote
    Votes 5,437
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 29, 2018
Takdir? Ialah hal tak terelakan yang datang dari sang pencipta. Hidup? Tak selalu manis Seperti kopi, kadang yang sedikit pahit itu lebih terasa mantap. Waktu? Yang kutau hanya ada hari kemarin yang tak bisa di ubah. Esok yang tak bisa diduga. Dan sekarang yang akan ku jalankan sebaik-baiknya. Seolah ini adalah hari terakhir ku menghirup udara. Hari terakhir ku memijakan kaki di bumi. Pertanyaannya? If tomorrow you die What you want to do the last time? ==== 22 March 2017 22 Agust 2018 witamrska [beberapa part di privat, silahkan follow akun author agar mendapatkan pengalaman membaca lebih baik]
All Rights Reserved
#40
leukimia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Self Injury's(complete)✔
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Back To Change i'm aletha now ! #wattys2018
  • LOST YOU
  • Cuaca

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines