you mine
  • WpView
    Reads 2,822
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 14, 2017
pria remaja dengan wajah tampan bak dewa yunani, rahang kokoh, bibir tipis, mata apik, tubuh atletis dan dengan segala cuek nya menimbulkan kesan Mempesona bagi para gadis yang melihatnya ia sungguh really handsome mereka tak sengaja bertemu karena pertemuan antara dua sahabat dan larutlah mereka berdua dalam kisah cinta romantis penuh ritmis dan tak kadang membawa kesan dramatis hingga suatu kejadian yang membuat mereka semakin dekat kenapa lo nolongin gue hah" bentak bela dengan suara serak khas orang nangis serta mendorong dada kevin kevin mundur satu langkah akibat dorongan dari bela kevin tak bergeming ia menatap manik mata bela mata bela sembab dan menyipit itu akibat terlalu banyak menangis "gue gak butuh bantuan lo" bentaknya lagi bela menitihkan air mata lagi sudah kesekian kalinya berlian lembut itu jatuh tepat di pipi mulusnya bela kecewa terhadap kevin bela marah kenapa kevin membantunya kenapa kevin menyelamatkannnya bela menyeka air matanya dengan punggung tangan secara kasar dirinya sangat terpukul saat ini "apa gini cara lo nylesein masalah" tanya kevin dengan muka datar
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Hujan Kala Itu
  • Be Yours
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Aksara Lingga
  • Cinta Cake
  • K I N G [Completed]
  • Leaskandaro

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines