Reminisensi

Reminisensi

  • WpView
    Reads 966
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 17, 2017
Masih ingatkah kita saat kecil dulu. Saat diminta menggambar pemandangan. Kita selalu saja menggambar matahari diantara dua gunung. Lalu ditengahnya ada jalanan meliuk-liuk seperti ular. Dipinggirnya ada rumah, sawah dan pepohonan. Sementara itu dilangitnya dihiasi awan dan burung-burung. xx Reminisensi adalah sebuah buku yang berisi haiku, puisi pendek yang berasal dari negeri sakura. Tapi dalam buku ini penulis akan menggunakan haiku dengan content khas Indonesia. Ditambah lagi dengan prosa lirik yang menjentik. Puisi dalam buku ini akan mengajak kita kembali mengenang masa-masa silam. Mengenang hal-hal kecil yang kadang mungkin diabaikan. Selamat mengenang. xx #Proyek menulis 100 haiku di 2017 #310, 0201171000
All Rights Reserved
#230
sosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • SAJAK & PUISI PATAH HATI
  • AKSA
  • JINGGA
  • Aksara Tak Bertuan
  • Chantika
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • blanc et noir
  • Alam Berkisah

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines