Battle of Bracelet

Battle of Bracelet

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 13, 2017
WpInfo
Fiction
Fantasy
Di Era ini orang yang berdiri dipuncak piramida akan memiliki segalanya baik harta maupun kekuasaan. Untuk berdiri dipuncak piramida harus didukung oleh seluruh kekuatan pengguna relagia. Siapa yang sangka aku akan berakhir ditempat ini. Kehidupan sekolah ku yang normal telah hilang ketika menginjakkan kaki di sekolah ini. Semua orang berlomba-lomba menjadi yang terbaik dan berjuang agar bisa menduduki puncak tertinggi piramida. Dan persaingan antar sekolah setiap tahun sangatlah sengit.
All Rights Reserved
#11
kazune
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Failure . ℅
  • What Is Coming Is Better Than What Is Gone [END]
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • THE PREMIUM CLASS ( ON GOING )
  • Twinblossom
  • Middle School Ruler
  • court-side chemistry (daengsung/myungnyangz)
  • Avicenna: Home Before the Storm
  • Lengkara [END]
  • ℘ 𝐖𝐡𝐚𝐭 𝐀 𝐒𝐡𝐚𝐦𝐞 (E.N.D)

follow dulu sebelum membaca ☺ Dilihat - lihat aja ga papa yang penting saya happy☺ Dilarang keras menjiplak dan mengcopy☺ Kegagalan dan kehancuran telah di mulai semenjak NAGISTA RUIH menginjak bangku SMA, semua mati satu persatu insiden terjadi karna meledaknya kota akibat dari kebodohan . Pertingkaian, dan perjalanan mereka penuh darah menguras energi. siapa yang paling kuat untuk bertahan di era ini. kamu atau aku.. " ? kita liat saja nanti..? bukanya kamu ada dia "? Akhirnya..! 9.30 am siswa baru berjalan menuju kelas mereka masing - masing. Nagi yang terlampau lemas menabrak seorang cowo dengan masker putih , cowo itu tidak melirik Nagi dia terus berjalan masuk dalam kelas duluan, satu kelas dengan Nagi. Kelas sudah terpenuhi dengan semua anak-anak , riuh . Nagi duduk lekas menidurkan kepalanya di meja . Suara ledakan keras di mana-mana dan pintu tertutup dengan keras, sontak membuat mereka diam, tembok retak dan debu berguguran seperti gempa. Salah satu dari mereka mencoba membuka pintu , dia menggobrak pintu dan mengotak ngatik gagang pintu tapi nihil , mereka pun ikut membantu tapi tiba - tiba ledakan mulai terdengat di bagian utara . Sontak membuat mereka berlari menuju jendela membawa bangku melihat keluar salah satu dari mereka terjatuh dan terkikih kesakitan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines