Masih Adakah (?)

Masih Adakah (?)

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Mar 1, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yang kukhawatirkan sejak lama akhirnya terjadi juga. Ya, di saat yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Aku yang seharusnya memenuhi isi otakku dengan segudang bahan ujian akhir, saat ini sangat tidak bergairah untuk memulainya. Bams lah yang selalu sukses hadir dalam setiap lamunanku akhir-akir ini Bams... sahabat sekaligus pacarku... dulu. "Akhirnya waktu dan keadaan yang memisahkan kita, Bams." ucapku getir. Tanpa sadar pipiku kembali memanas, kali ini ku biarkan ia mengalir tanpa ku seka seperti sebelumnya. Tanganku lebih memilih untuk memeluk erat boneka beruang dihadapanku, boneka pemberian Bams tepat di hari ulang tahunku yang ke dua puluh.
All Rights Reserved
#75
mybestfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebentar Saja
  • My Past
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • KIARA [END]
  • No Longer Mate
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • My Panda
  • Arsyilazka
  • DAKSA [END]

Tiba tiba dia terisak, dan aku meraih tangannya dan menggenggamnya "Aku tak mau berpisah denganmu" katanya dan langsung memelukku "Kita harus berpisah saat ini, tapi kita akan bertemu lagi, aku janji padamu, dan ketika nanti bertemu, kita akan saling melepas kan rindu sepuasnya, aku janji padamu" aku pun memeluknya erat, dan kukecup keningnya.. Kami berpelukan cukup lama.. Tiba tiba dia memanggilku dengan sebutan yang belum pernah kudengar sebelumnya.. "Sayangku, kamu tak akan melupakan aku kan?" Tanyanya Aku pun terkejut saat dia memanggilku "sayang" pertama kalinya "Iya, aku tak akan melupakanmu sayangku" aku pun membalas panggilannya "Biarkan aku memelukmu" katanya padaku Aku pun memeluknya dengan erat dan membiarkan dia menangis di pelukanku.. Aku pun mendekat kan wajahku ke wajahnya, dan aku mencium keningnya dan serasa tak ingin melepasnya

More details
WpActionLinkContent Guidelines