THE END( On Going)

THE END( On Going)

  • WpView
    Reads 5,425
  • WpVote
    Votes 478
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 27, 2017
Ketika Zirca jatuh cinta, dia sebenarnya sudah salah. Dia terlalu menaruh hati kepadanya.Sakit? Ya. Zirca merasa tersakiti. Dengan cara mencintai dalam diam mungkin caranya untuk bersikap biasa saja, memendam perasaan yang dia bangun dengan seiring berjalannya waktu, walaupun kenyataannya tidak seperti yang ia bayangkan. Melihat dia bahagia meski dirinya tersakiti? Oke, tidak masalah. Dia lebih memilih luka yang tidak berdarah agar orang-orang tidak menghawatirkannya dan mengkasihaninya . Hanya lelaki brengsek yang tega melakukan itu semua. Keanno. Ya, dia Keanno seorang lelaki brengsek yang dengan teganya membuat Zirca seperti itu. Lelaki brengsek yang dengan teganya menyianyiakan cinta tulus seseorang. Katakanlah Zirca bodoh bahkan sangat bodoh karena pada sampai detik ini rasa cinta itu masih ada di dalam lubuk hatinya. Bahkan sampai saat-saat yang ia nanti hyang dia cintai hanya Keanno Farza. "Penyesalan selalu datang terlambat bukan? Keanno, bersyukurlah karena sampai saat ini hanya dirimu yang dia cintai Keanno" - Anymous 👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇 Happy reading guys 😙😙😙
All Rights Reserved
#69
destroyed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • K e [y] n a [n]. [COMPLETED]
  • Not Always Alone (Sudah Terbit)
  • ARDIRA [SELESAI]
  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • SCHOOL DEATH (END)
  • FIZYA
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Tulisan Sastra✔
  • SELF LOVE
  • Stupid Cupid

[JANGAN LUPA FOLLOW AUTHORNYA] #2 -fiksiremaja [1 Juni 2018] #13. -fiksiremaja [25 Mei 2018] Cover by: @lenzhy25 SEBAGIAN CERITA DIPRIVAT!!! Tak ada yang tahu tentang hati, kecuali pemiliknya. Jika mulut tertutup rapat, sedangkan hati ingin menggungkap, akankah keduanya menemukan cara yang tepat? Mungkin ini yang terjadi di antara Keyna dan Kenan. Tentang Keyna yang terlalu dungu untuk menunggu, mulutnya tak berani mengucap. Sedangkan Kenan, ia baru menyadari jika pertemuannya dengan Keyna bukanlah pertemuan pertamanya. Lalu di manakah dulu mereka pernah bertemu? Dan siapa sebenarnya Keyna? Ketika semua jawaban telah Kenan dapat, mengapa mulutnya masih mengelak? Padahal hatinya sudah meronta-ronta berteriak. Akankah keduanya bisa menggungkapkan perasaan yang masih semu? Masih terlalu abu-abu? Keadaan keluarga Keyna membuat dirinya harus bersaing dengan Kenan. Kehadiran Kenan yang awalnya hanya membuatnya kesal, kanapa lama-kelamaan justru membuat Keyna nyaman? Apakah dengan kenyamanan saja cukup untuk Keyna? Jika tidak, haruskah Kenan menyerah dan memilih pergi? Atau justru Kenan dapat mencairkan seluruh keraguan yang masih bersarang di benak Keyna? Begitu juga dengan Keyna, akankah dia mempersilahkan Kenan masuk ke dalam hatinya atau justru membuang Kenan jauh dari pandangnya? *** -brilliantradhea 27/02/18

More details
WpActionLinkContent Guidelines