Rahasia
  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 13, 2018
Ini bukan hanya tentang Nadira yang mengagumi Fandi dari jauh. Dan ini juga bukan tentang Fandi yang ternyata juga mengagumi Nadira. Ini lebih rumit. Ini tentang hati yang hancur namun berusaha kuat. Ini tentang perang hati dan logika. Ini juga tentang persahabatan yang sedang di uji. Nadira hanya tahu bahwa ia mencintai Fandi. Tapi, Nadira tidak tahu bahwa ada sepotong hati yang juga mencintainya begitu dalam namun menyembunyikannya begitu rapat. Tapi apakah Nadira tahu? Setiap hati memiliki rahasianya sendiri yang ia jaga begitu erat. Begitu pun dengan hati milik Fandi. Akankah akhirnya Nadira bisa bersama dengan Fandi? Atau Nadira ternyata di takdirkan untuk orang lain? Copyright © Delia Safitri, 2017
All Rights Reserved
#661
secret
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Persimpangan Hati
  • A Story Never Told [21+]
  • Secret Admirer
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • My Mathematics Man (Lengkap)
  • Damira (END)
  • Your Gravity
  • SURAT CINTA UNTUK DARA
  • FLAMBOYAN

Di Persimpangan Hati Nadira adalah gadis berusia 17 tahun yang tampak tenang di luar, tetapi menyimpan badai di dalam hatinya. Wajahnya lembut, dengan sorot mata yang kerap terlihat sendu dan tampak menerawang, seolah selalu mencari jawaban yang tak pernah terucap. Nadira adalah tipe yang diam-diam memikul beban, lebih memilih memendam luka dan kesedihannya dalam hati daripada menceritakannya kepada orang lain. Di persimpangan hatinya, Nadira berdiri dengan keraguan yang tak pernah reda. Selalu berusaha tegar, ia sering tersenyum meski hatinya terasa kosong. Hatinya kerap dihantui oleh rasa tidak percaya diri, terutama setelah bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang kakaknya yang lebih sukses dan lebih dihargai oleh keluarganya. Walau sering mencoba meyakinkan diri bahwa ia baik-baik saja, kenyataan terus-menerus mematahkan keyakinannya itu. Dalam kesunyian malam, Nadira sering terjaga, mengobati luka-lukanya yang tak terlihat, sambil mempertanyakan arah yang ingin ia tempuh. Hatinya selalu terbelah antara ingin melangkah maju dan bertahan dengan perasaan yang membuatnya terpaku. Ia rindu untuk bebas, untuk berdiri di atas pilihannya sendiri tanpa rasa takut akan pandangan orang lain. Namun, di persimpangan itu, Nadira tetap bimbang-antara hati yang ingin pulih dan kenyataan yang terus mengajaknya untuk bertahan. Ditulis sejak 29 Maret 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines