Doi
  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 18, 2017
"Kamu besok sibuk gak?" Sindi melihat layar pada hp nya yang sedari tadi menyala. Menandakan Sebuah pesan singkat masuk. Kemudian ia mengambilnya lalu membalasnya dengan malas. "Kenapa emangnya? " "Ketemuan yuk, aku kangen " "Gue gabisa janji" "Aku gak maksa ko, kalo gak bisa juga gapapa" "Okey" "Hehe iya" Setelah itu ia tak lagi membalas pesan singkat tersebut. Ia begitu malas untuk meladeni orang itu. Pesan singkat itu memang berasal dari kekasihnya Renaldi. Yang sudah sekitar sebulan menjalin hubungan denganya. Entah karna apa ia memang sejak awal tidak suka dengan kekasihnya itu. Semuanya palsu. Ia menerima Renal sebagai kekasih nya itu karna terpaksa. Karna menurutnya ia kasihan pada Renal yang tak henti hentinya memperjuangkan dirinya. Entah itu mencari perhatiannya atau apapun itu. Awalnya ia memang menolak renal. Ia tak mengubris semua sikap Renal padanya. Tak ada habis nya Renal menyatakan perasaannya padanya. Ia juga tipikal orang yang cuek tetapi masih ada sedikit rasa simpati di dirinya itu. Ia merasa kasihan dan tidak tega pada Renal karna sikapnya yang selalu acuh padanya. Dan pada akhirnya ia memilih untuk menerima Renal sebagai kekasihnya meski tanpa Cinta dan juga karna sebuah keterpaksaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complete (END)
  • Family Absurd (Tamat)
  • Renald Geobastian
  • We Found Another Love [Completed]
  • Expectation Of Love (Vrene - Book II)
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • BEAUTIFUL MISTAKE
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Juragan Tampan &  Gadis Kampung
  • Red Velvet & Sunrise

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

More details
WpActionLinkContent Guidelines