Story cover for Magic Hearts by Naoto_Shirogane
Magic Hearts
  • WpView
    LECTURAS 772
  • WpVote
    Votos 250
  • WpPart
    Partes 12
  • WpView
    LECTURAS 772
  • WpVote
    Votos 250
  • WpPart
    Partes 12
Continúa, Has publicado ene 03, 2017
Grapic by : LukeFonFabre43

Sword? Gun? Magic? Relation?
  Battle? Kesatria? Army? War? Power? Musik? Last time? Or destiny?
  Kini para pemuda yang berasal dari kota Reverse, diharuskan ikut dalam peperangan. Disini banyak kisah duka dan suka yang dialami oleh mereka. Namun tanpa mereka sadari, demi menuntaskan perang yang sudah merebut banyak korban ini, Mereka harus bertempur dengan seseorang yang benar-benar tak mereka duga. Dan mereka dibawa kembali kemasa lalu.....masa lalu yang indah namun kini menjadi ancaman.
  Kekuatan? Mungkin sangat penting bagi sebagian orang. Tapi tidak untuknya baginya kekuatan adalah bencana. Ia memilih mati daripada harus memiliki kekuatan, ia tak peduli dengan pendapat orang. Ia hanya ingin kembali kemasa lalu.
  
  Back to last time....
  
  "Aku ingin kembali kemasa dimana kita bersama, dan aku tak mau memiliki kekuatan aku hanya ingin kita kembali, andai aku memiliki jam waktu maka aku akan memutar kembali kehidupan ini....
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Magic Hearts a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#5friendsship
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
I Was The Evil Witch de VallinWan
65 partes Concluida
COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on
Lihat Aja Langit (Batch 1) de Reviors
37 partes Concluida
Kekuatan petir fase ke-6 malam itu membuat dirinya kehilangan kekuatan lagi untuk menahan sakitnya dan membuat fase yang sebelumnya lenyap ditambah dirinya mulai terpental karena koordinasi tubuh yang berantakan dan semprotan darah dari perut yang terus menyembur selama dia di udara. Sial, apakah aku harus mati sekarang? Tapi, Rembulan malam ini indah juga ya, suasana dingin ini saja aku masih lupa, sejak tanding tadi...Pikir Reho yang sudah mengigau dan kesadaran yang mulai menurun. "Kak, Reho, jangan menyerah ya," sebuah suara dari gadis kecil berhasil membuat dirinya yang nyaris tak sadarkan diri itu melihat adiknya yang tersenyum manis padanya ditengah ladang. Tidak, mungkin aku dalam kondisi berat, tapi semangat tak boleh ikut berat, Hiya! Walaupun tak bisa berdiri atau merangkak, aku akan mengesot, walau aku tak bisa berteriak, aku akan berusaha, aku tak ingin susan mati sia-sia, aku masih harus membalas kematiannya, harus, harus, harus.... Teriak Reho dalam hatinya sambil terus menggerakkan tangannya walau anggota geraknya mati rasa, hingga saat tangan meloncatkan dirinya ketengah jalan itu. "Semangat Kak, ayo lebih tinggi lompatnya, ayo kak, sekarang harus 20 kali lompat ya kak," semangat susan yang melihat Reho yang memainkan lompat tali hingga 20 kali. "Yeay, akhirnya kakak bisa, jangan lupa latihan ya kak," senyum manis Susan yang dibalas senyuman manis Reho kecil, namun sebuah kata ditengah ladang itu, "Oke kak aku pergi dulu ya kak, aku tunggu kakak nanti ya disana," tunjuk susan ke langit diatas mereka dan tersenyum manis sambil terangkat dirinya, "Aku sayang kakak, Hati-hati ya kak, tetaplah hidup, nanti kita ketemu lagi kak, dadah kak," ucap Susan yang naik terus dari di tengah-tengah ladang itu. "Susan." #32 kepenulisan (26.03.21)
The Magicties  de afds_0826
49 partes Continúa
Dalam dunia Nugara Elementary, di mana kekuatan magicties mengalir seperti darah kehidupan, sebuah tragedi besar terjadi. Dulu, para pengguna magicties hidup dalam harmoni, bersatu dan bekerja sama untuk menjaga keseimbangan dunia. Namun, ambisi dan keserakahan salah satu dari mereka memicu keretakan. Batu Boxyties, sumber kekuatan magicties, dipecah menjadi beberapa bagian, dan masing-masing wilayah pengguna magicties memiliki satu sisi dari batu tersebut. Kini, dunia Nugara Elementary terpecah belah. Para pengguna magicties saling curiga dan takut, khawatir akan direbutnya sisi batu Boxyties oleh musuh. Rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang dahulu kuat kini hilang, digantikan oleh kesepian dan ketidakpercayaan. Namun, harapan masih ada. Enam pemuda/i yang dipilih oleh takdir untuk mengembalikan keseimbangan dunia Nugara Elementary. Mereka harus bekerja sama untuk mengumpulkan semua sisi batu Boxyties dan mengembalikannya ke bentuk semula. Dengan demikian, mereka dapat mengembalikan perasaan seperti keluarga dan bersama-sama menguatkan keseimbangan Nugara Elementary. Dengan keberanian dan kekuatan magicties, keenam pemuda/i ini akan menghadapi tantangan besar untuk menyatukan kembali batu Boxyties dan mengembalikan kedamaian di Nugrah Calestial. Akan kah mereka berhasil? Ataukah ambisi dan keserakahan akan menghancurkan harapan mereka? ⚠️WARNING⚠️ Jangan terkecoh sama tanggal perilisan, kalau misal bab 1 tanggal nya lebih jauh didepan daripada bab 5 ,karena bisa terjadi perombakan sedikit pada bab tersebut.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
I Was The Evil Witch cover
Dangerous Girl 2 : Trouble from Cloud cover
Tonight I Might  cover
Hati Hati Menjaga Hati cover
Villain Also Has A Reason [END] cover
Edgar Vaske cover
Lihat Aja Langit (Batch 1) cover
The Magicties  cover
The First, Not the Last cover

I Was The Evil Witch

65 partes Concluida

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on