In Disguise

In Disguise

  • WpView
    LECTURAS 4,867
  • WpVote
    Votos 385
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ene 31, 2017
Raim memang bukan cinta pertamaku. Tapi, entah kenapa aku merasa seolah tidak akan ada cinta lagi setelah dia. Seolah aku tidak akan jatuh cinta lagi pada lelaki selain dia. Namun, setelah menghabiskan beberapa kalender untuk mencintainya, sejauh itu pula tiada perkembangan berarti. Dan seakan suatu kemustahailan bagiku untuk mewujudkan mimpi: bangun pagi dengan dia berada di sisi. Tolong, jangan bilang itu hanya bunga tidur yang tidak akan bisa jadi nyata. Inilah perjuanganku. Menyamar dengan topeng kepura-puraan. Pura-pura tidak mencintainya.
Todos los derechos reservados
#208
fiance
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta Sendiri
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Married For Stimulate
  • 5 Criteria To Be My Boyfriend
  • Regards, Natashira (END)
  • Please LoVe Me, CITO! [COMPLETED]
  • Bismillah Akan Ku Hadapi (Revisi)
  • Heart Like Yours
  • Proposal
  • CREATING DESTINY

Jika pertemuan pertama hanyalah sebuah ketidaksengajaan, dan pertemuan kedua sekadar kebetulan, mungkinkah pertemuan ketiga adalah cara Tuhan menulis takdir sebenarnya yang sempat tertunda? _____ Ayla tak pernah memilih Ibran, tapi takdir memilihkan nama lelaki itu sebagai suaminya. Pernikahan mereka tidak diawali oleh cinta, melainkan karena warisan janji yang tak pernah ia buat namun harus ia bayar dengan seluruh hidupnya. Lelaki itu pernah mencintai perempuan lain yang menjadi istri pertamanya. Pernah membangun dunia yang kini telah runtuh. Kepergian sang istri membuatnya hancur. Ia mencoba bangkit meninggalkan segalanya, termasuk Ayla demi masa depan. Ketika waktu dan jarak menjadi dinding diantara mereka, Ayla belajar memahami bagaimana mempertahankan rumah tangganya. Tanpa kehadiran, tanpa kepastian. Hanya harapan yang perlahan menjadi luka. Dua tahun ia menunggu. Bukan hanya menunggu seorang suami pulang, tapi juga menunggu dirinya didengar, dilihat, dan dicintai kembali. Dua tahun juga bukan waktu yang singkat. Tapi sampai kapan cinta bisa bertahan saat hanya satu hati yang berjuang?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido