rasa ini atas nama rindu,
datang, membawa sejuta rasa ambigu,
terkadang terselip tanya,
untuk apa?
Untuk siapa?
dan kenapa?
aku tahu,
merindukannya,
kesekian kalinya,
dan itu semua tidak semestinya terjadi.
maaf, jika itu salah.
akupun tidak mengharapnya datang.
tapi, aku tak bisa bohongi,
tentang hati, yang terlalu berani bermimpi.
mataku mungkin masih dapat memandang ragamu,
tapi hatiku, kehilangan sosokmu yang dulu,
aku merindukanmu, benar benar merindukanmu,
rindu akan sosok kekanakan, kepolosan, dan kesederhanaan yang kamu miliki.
jika saja dunia layaknya sebuah negeri dongeng,
maka, akan ku pinta kepada sang ratu,
agar aku bisa tahu, dimana pangeranku sekarang.
All Rights Reserved