Story cover for Kopi Hitam by Jamalludin15
Kopi Hitam
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 03, 2017
Kehilangan arah hidup, entah dimana atau mau kemana jalannya,Seakan gelap yang ada . Dengan datangnya secangkir kopi hitam lengkap sudah rasanya hidup dengan pahit rasa.
Pernah merasakan setetes manisnya ketika mengenal diri orang lain, dengan bercakap lewat elekronik, ada rasa senangnya. Tiap pagi-malam selalu mengasih kabar.
Hilang ???
Kata yang pantas di katakan kepada jiwa si peminum kopi hitam, memikmatinya dengan pahit rasa jiwa. Entah kapan menyukai kopi hitam, yang jelas sampai kopi hitam bercampur dengan takaran manis sehingga menyejukan diri .
Semoga Ada Takaran manis, buat si peminum kopi hitam .
All Rights Reserved
Sign up to add Kopi Hitam to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Titik Yang Benar by sipanjangnapas3
12 parts Complete
Coba bayangin... Di suatu titik dalam hidupmu yang sedang baik-baik aja, kamu tanpa sengaja menatap ke arah langit di malam hari, melihat bintang bertebaran, tak terhitung. Tapi kamu ga peduli. Menyematkan keyakinan kalau tiap hari langit memang seperti itu. Kecuali pas mendung. Lalu di suatu titik, saat hidupmu lagi depresi, kosong, ancur, ga punya harapan, kamu sengaja keluar tengah malam. Entah jam dua, jam tiga, jam satu, cuma buat tenangin diri dan noleh moment itu lagi. Tapi apa? Kamu cuma lihat satu bintang, bersinar sendirian di tengah hamparan gelap. Mungkin kamu semestinya tersenyum, karena yang kamu lihat bukan cuma bintang, melainkan refleksi dirimu sendiri. Ada kekuatan di semesta ini yang mau bilang ke kamu, saat kamu udah kehilangan banyak cahaya, kamu cuma perlu jadi seperti bintang itu, karena cahaya itu sendiri sebenarnya sudah ada di dalam hati kamu. Ya, aku bisa bilang ini karena aku sudah pernah melewatinya. Dan aku disini bukan untuk omong kosong belaka, bukan hanya sekadar curhat atau menggores halaman dengan kata. Tapi untuk menemani kamu kalau kamu butuh tempat untuk diam dan meresapi... Jika kamu tertarik sama hal-hal yang gak masuk di akal tapi masuk di hati, atau menyelami cerita yang endingnya ternyata tidak selalu indah, barangkali kamu akan suka untuk singgah disini, di duniaku...sembari ngopi...atau minum cokelat. Karena indah saja gak akan cukup, perlu cinta yang tulus untuk memaknai apa itu kekuatan, apa itu pelajaran, apa itu kenangan, dan apa itu... "Tetap hidup" #1 hidup : 10 Mei 2025 Romance/Adventure/Spiritual/Drama Category : [18+] Pacing slowburn 47 part.
PAS NGOPI by Amali612
7 parts Ongoing
PAS NGOPI Di sudut kampung yang sunyi, di bawah rindangnya pohon jati tua, berdiri sebuah warung kopi sederhana. Atapnya dari anyaman daun kelapa, dindingnya bilah-bilah bambu yang sudah menguning dimakan usia. Di dalamnya, meja-meja kayu kasar dan bangku panjang yang sudah licin karena sering dipakai. Warung itu bukan sekadar tempat minum kopi, melainkan ruang berkumpulnya para petani, tukang becak, dan nelayan setelah seharian bekerja. Mereka duduk melingkar, menyeruput kopi hitam pekat dari cangkir-cangkir tanah liat, sambil berbagi cerita tentang hidup, tentang tanah, tentang laut. Kopi yang disajikan bukanlah kopi impor yang mahal, melainkan kopi tubruk asli, digiling manual, diseduh dengan air mendidih dalam teko besar. Aromanya menusuk hidung, rasanya pahit tapi membangkitkan semangat. Di warung itu, kopi bukan sekadar minuman, melainkan simbol kebersamaan, kejujuran, dan kesederhanaan. Di sana, filsafat hidup mengalir begitu saja, dari mulut ke mulut, dari hati ke hati. Namun, zaman bergulir. Warung-warung kopi tradisional perlahan mulai berubah. Di kota-kota besar, muncul kedai-kedai kopi modern dengan interior tempat berkumpul para petani atau nelayan. Ia menjadi ruang bagi anak-anak muda dengan laptop dan gadget canggih, sibuk dengan dunia maya. Percakapan tentang hidup dan alam berganti dengan obrolan tentang bisnis, politik, atau sekadar gosip selebriti. Kopi, yang dulu menjadi simbol kesederhanaan, kini menjelma menjadi gaya hidup. Harganya pun melambung, seolah menjadi penanda status sosial..
You may also like
Slide 1 of 8
Titik Yang Benar cover
Flat White Coffee: Arisugawa Dice cover
Brave Alone cover
Mencintai dalam diam cover
Cafein Love | JAKE enhypen [ END ] cover
PAS NGOPI cover
SECANGKIR KOPI SEBELUM PULANG || END cover
[END] Sunday Morning cover

Titik Yang Benar

12 parts Complete

Coba bayangin... Di suatu titik dalam hidupmu yang sedang baik-baik aja, kamu tanpa sengaja menatap ke arah langit di malam hari, melihat bintang bertebaran, tak terhitung. Tapi kamu ga peduli. Menyematkan keyakinan kalau tiap hari langit memang seperti itu. Kecuali pas mendung. Lalu di suatu titik, saat hidupmu lagi depresi, kosong, ancur, ga punya harapan, kamu sengaja keluar tengah malam. Entah jam dua, jam tiga, jam satu, cuma buat tenangin diri dan noleh moment itu lagi. Tapi apa? Kamu cuma lihat satu bintang, bersinar sendirian di tengah hamparan gelap. Mungkin kamu semestinya tersenyum, karena yang kamu lihat bukan cuma bintang, melainkan refleksi dirimu sendiri. Ada kekuatan di semesta ini yang mau bilang ke kamu, saat kamu udah kehilangan banyak cahaya, kamu cuma perlu jadi seperti bintang itu, karena cahaya itu sendiri sebenarnya sudah ada di dalam hati kamu. Ya, aku bisa bilang ini karena aku sudah pernah melewatinya. Dan aku disini bukan untuk omong kosong belaka, bukan hanya sekadar curhat atau menggores halaman dengan kata. Tapi untuk menemani kamu kalau kamu butuh tempat untuk diam dan meresapi... Jika kamu tertarik sama hal-hal yang gak masuk di akal tapi masuk di hati, atau menyelami cerita yang endingnya ternyata tidak selalu indah, barangkali kamu akan suka untuk singgah disini, di duniaku...sembari ngopi...atau minum cokelat. Karena indah saja gak akan cukup, perlu cinta yang tulus untuk memaknai apa itu kekuatan, apa itu pelajaran, apa itu kenangan, dan apa itu... "Tetap hidup" #1 hidup : 10 Mei 2025 Romance/Adventure/Spiritual/Drama Category : [18+] Pacing slowburn 47 part.