AFTER DISASTER

AFTER DISASTER

  • WpView
    Reads 730
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 20, 2013
"Kau berani?" Noni bertanya pada Lula. "Berani." Jawab Lula mantap. Mereka berdua sedang berada di tepi sungai besar, berniat menyeberangi sungai dari bawah. Air sungai sudah menyusut banyak karena kemarau. Saat mereka berada di tengah sungai, mencoba melawan arus yang ternyata cukup deras, mereka melihat Uzen berlari-lari di atas. "Uzen. Uzen. Kami di bawah sini." Mereka berdua berteriak memanggil uzen dari bawah. "Uzen. Kami di bawah." Mereka berteriak lebih keras. Tapi uzen masih berlari mencari mereka. "Hey, Lul sadar tidak? Sekarang kita seperti dalam film 'Heart'. Uzen seperti Farel yang berlari-lari di antara pohon." Noni masih menatap Uzen yang semakin menjauh. "Iya, dan kita adalah Rachel yang menunggu Farel datang." Lula memandang keadaan sekitar. "Kita pulang atau lanjut?" Lula menawarkan pilihan. "Lanjut Lul, tanggung." Noni melanjutkan kegiatannya menyeberangi sungai. Mereka berjalan susah payah untuk mencapai tepi yang lain dan membiarkan adegan Heart berlalu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sergio | Haechan
  • When the Sea Meets the Sky
  • MENDEKAP RINDU
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML
  • Run Away (Jakarta)
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)
  • Jejak Cinta Yang Abadi (joongpond)
  • Abhita (Completed)
  • only he is the one i want [ lilynn ]

"Jen lariii" Gio menarik tangan Jeno mereka berlari tanpa arah bahkan Gio meninggalkan Motor sport nya di pinggir jalan. Mereka memasuki pemukiman warga dan terus berlari sesekali Gio menatap kebelakang memastikan orang-orang itu masih mengejar atau tidak. "Kejar mereka jangan sampe lolos" "Jen lo lari ke kerumunan warga yang di sana terus minta tolong gue bakal ngalihin mereka" ujar Gio mengatur napasnya "Lo gila tar lo kenapa-napa kita bareng aja" Jeno tak menyetujui saran dari Gio "Udah buruan, ohiya kalo gue kenapa-napa bilangin kalo gue yang ganteng ini sayang banget sama nyokap bokap gue terus bilangin juga gue sayang banget sama bang Anta. Lo pergi buruan" usir Gio, dan Jeno berlari secepat mungkin untuk meminta bantuan. "Sialan si Gio lagi genting begini masih aja becanda" gumam Jeno Pernah Peringkat #1 in mengikhlaskan #2 in pembohong # 12 in kenangan #33 in leehaechan

More details
WpActionLinkContent Guidelines